AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro atas Penembakan 2 Pesawat

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:41 WIB
loading...
A A A
"Meskipun Raul Castro kemungkinan besar akan tetap tinggal dan meninggal di Kuba, Anda dapat menggunakan dakwaan tersebut sebagai titik tekanan, keuntungan taktis, untuk mendapatkan konsesi lain seperti pembebasan tahanan atau untuk mencegah Rusia masuk," imbuh dia.

Mulai tahun 1995, pesawat-pesawat yang diterbangkan oleh anggota Brothers to the Rescue, sebuah kelompok yang didirikan oleh para pengungsi Kuba, terbang rendah di atas Havana sambil menjatuhkan selebaran yang mendesak warga Kuba untuk bangkit melawan pemerintahan Castro.

Warga Kuba memprotes kepada pemerintah AS, memperingatkan bahwa mereka akan mempertahankan wilayah udara mereka. Pejabat Administrasi Penerbangan Federal (FAA) juga membuka penyelidikan dan bertemu dengan para pemimpin kelompok tersebut untuk mendesak mereka menghentikan penerbangan, menurut catatan pemerintah yang telah dideklasifikasi yang diperoleh oleh Arsip Keamanan Nasional Universitas George Washington.

"Penerbangan terbaru ini hanya dapat dilihat sebagai bentuk ejekan lebih lanjut terhadap Pemerintah Kuba," tulis seorang pejabat FAA dalam sebuah email kepada atasannya setelah salah satu pelanggaran pada Januari 1996. "Skenario terburuk adalah suatu hari nanti warga Kuba akan menembak jatuh salah satu pesawat ini."

Namun seruan tersebut tidak diindahkan, dan pada 24 Februari 1996, rudal yang ditembakkan oleh jet tempur MiG-29 buatan Rusia menembak jatuh dua pesawat Cessna sipil tak bersenjata di jarak pendek di utara Havana, tepat di luar wilayah udara Kuba. Keempat awak pesawat tewas.

Guy Lewis, yang merupakan jaksa federal, menemukan bukti yang menghubungkan pejabat militer senior Kuba dengan perdagangan kokain oleh kartel Medellin Kolombia. Setelah penembakan tersebut, penyelidikan diperluas, dan jaksa menuntut Raul Castro karena memimpin konspirasi pemerasan besar-besaran oleh angkatan bersenjata Kuba.

"Bukti-buktinya kuat," kata Lewis dalam sebuah wawancara.

Pada akhirnya, pemerintahan Presiden Bill Clinton mendakwa empat orang, termasuk pilot MiG, kepala angkatan udara Kuba, dan kepala jaringan mata-mata Kuba di Miami—satu-satunya yang pernah dipenjara di AS - karena memberikan informasi intelijen yang berharga tentang penerbangan tersebut.

Insiden tersebut menyebabkan AS memperkeras posisinya terhadap Kuba, meskipun Perang Dingin telah berakhir dan dukungan Castro terhadap revolusi di seluruh Amerika Latin telah menjadi kenangan yang memudar.

Namun Castro sendiri dibebaskan karena pemerintahan Clinton—yang diam-diam berupaya memperluas hubungan dengan Kuba sebelum insiden tersebut—mengangkat kekhawatiran kebijakan luar negeri tentang dakwaan tingkat tinggi tersebut.

"Raul jelas merupakan salah satu yang lolos dari jerat hukum," kata Lewis. "Kejahatan ini sangat terkenal. Tiga warga negara AS dan satu penduduk tetap yang sah tewas dalam pembunuhan berencana yang terorganisir. Itu tidak boleh dilupakan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Serang Gunung...
Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe dan Lokasi Lain jika Tak Ada Kesepakatan dengan Iran
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
60 Negara Resmi Kena...
60 Negara Resmi Kena Tarif Impor Baru Trump, Ini Dampaknya ke Dompet Warga AS
Viral Beruang Nyangkut...
Viral Beruang Nyangkut di Atas Tiang Listrik Picu Upaya Penyelamatan Dramatis
Kuwait Bantah Ikut Serang...
Kuwait Bantah Ikut Serang Iran: Laporan Menyesatkan!
Rekomendasi
Mantan Dirut PGN Dituntut...
Mantan Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jual Beli Gas
Cara Summarecon Crown...
Cara Summarecon Crown Gading Bekasi Bangun Gaya Hidup Sehat Bersama Komunitas
Naik 29%, Bukalapak...
Naik 29%, Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun di Semester I 2026
Berita Terkini
Trump Ancam Serang Gunung...
Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe dan Lokasi Lain jika Tak Ada Kesepakatan dengan Iran
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved