NATO Makin Ketar-ketir karena Stok Rudal AS Terkuras oleh Perang Iran

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:13 WIB
loading...
A A A

Meningkatkan Produksi Rudal dengan Cepat


Dampak domino dari penipisan persenjataan bagi Eropa adalah kemungkinan senjata dan sistem pertahanan AS yang dibeli oleh negara-negara NATO Eropa untuk digunakan oleh militer Ukraina tidak akan dikirim tepat waktu, atau dalam beberapa kasus sama sekali tidak dikirim.

“Kami telah mengatakan selama bertahun-tahun bahwa produksi militer perlu ditingkatkan secara eksponensial karena perang di Ukraina, tetapi perang Iran telah menunjukkan kepada kita bahwa hal ini bahkan lebih penting untuk dilakukan sekarang,” kata seorang sumber militer senior NATO kepada Euronews menjelang pertemuan tersebut.

“Kita membutuhkan banyak sumber daya dan amunisi serta kemampuan untuk meningkatkan produksi dengan cepat. Dan kita tidak memilikinya, dan kita membutuhkannya dengan sangat cepat.”

Sumber tersebut mengatakan bahwa perang yang sedang berlangsung di Iran, yang telah mencekik rantai pasokan global minyak, gas, dan komoditas lainnya dari Teluk sebagai akibat penutupan Selat Hormuz, adalah contoh utama mengapa NATO seharusnya meningkatkan produksi senjatanya beberapa waktu lalu.

“Memang, ini tentang Iran, tetapi sebenarnya ini juga merupakan kesadaran bahwa kita perlu bersiap untuk konflik simultan,” katanya.

“Kita membutuhkan ini dalam skala besar, dan itu tentu saja salah satu poin yang akan disampaikan SACEUR kepada para pemimpin militer sekutu," imbuh sumber tersebut.

"Waktu Sangat Penting"


Upaya untuk mengakhiri perang Iran melalui resolusi telah gagal dalam beberapa minggu terakhir. Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Teheran bahwa "waktu terus berjalan" karena pembicaraan terus berlarut-larut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved