Trump Warning Taiwan Jangan Deklarasi Kemerdekaan: ‘Saya Ingin China Tenang!’

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:18 WIB
loading...
Trump Warning Taiwan...
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Taiwan untuk tidak mendeklarasikan kemerdekaan formal karena ingin menenangkan China. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memperingatkan Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan formal. Peringatan ini disampaikan setelah dia menyelesaikan kunjungannya ke China, yang presidennya; Xi Jinping, telah mendesaknya untuk tidak mendukung pulau yang memerintah sendiri tersebut.

Trump mengakhiri kunjungan kenegaraan tersebut dengan mengeklaim telah membuat kesepakatan perdagangan yang "fantastis", meskipun detailnya tidak jelas. Dia tampaknya tidak mendapatkan terobosan apa pun dengan China terkait perang yang buntu melawan Iran.

Baca Juga: China Peringatkan Risiko Bentrok Militer dengan AS soal Taiwan, Ini Respons Amerika

Trump mengundang Xi Jinping untuk kunjungan balasan ke Washington pada bulan September, menandakan bahwa kedua pihak kemungkinan akan mencari stabilitas dalam hubungan yang sering kali bergejolak antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Pada isu kunci bagi Xi Jinping, Trump memperjelas bahwa dia menentang deklarasi kemerdekaan oleh Taiwan dan tampaknya mempertanyakan mengapa AS akan membela pulau tersebut jika terjadi serangan.

“Saya tidak ingin ada yang merdeka. Dan, Anda tahu, kita seharusnya menempuh jarak 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan itu,” katanya kepada program “Special Report with Bret Baier” di Fox News, yang dikutip AFP, Sabtu (16/5/2026).

“Saya ingin mereka tenang. Saya ingin China tenang,” kata Trump.

“Kita tidak ingin berperang, dan jika tetap seperti ini, saya pikir China akan baik-baik saja dengan itu," ujarnya.

AS hanya mengakui Beijing dan tidak mendukung kemerdekaan formal Taiwan, tetapi secara historis tidak secara eksplisit menyatakan menentang kemerdekaan.

Berdasarkan undang-undang AS, Amerika diwajibkan untuk menyediakan senjata kepada Taiwan untuk pertahanannya, tetapi AS masih ambigu mengenai apakah pasukan AS akan datang membantu pulau tersebut jika diinvasi China.

Xi Jinping memulai pertemuan puncak (KTT) bersama Trump dengan peringatan tentang Taiwan, yang Presidennya; Lai Ching-te, menganggap pulau itu sudah merdeka, sehingga deklarasi kemerdekaan tidak diperlukan.

Xi Jinping mengatakan kepada Trump bahwa salah langkah dalam masalah sensitif ini dapat menyebabkan “konflik”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Berita Terkini
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved