Pakar Ini Yakin AS Akan Menyerang Iran dalam 24 hingga 48 Jam Mendatang

Senin, 18 Mei 2026 - 19:02 WIB
loading...
A A A
Sejak saat itu, Trump telah mengajukan berbagai tujuan untuk perang yang akan terjadi, termasuk membongkar persenjataan rudal Iran, memutuskan hubungannya dengan sekutu regional, dan mengakhiri program pengayaan nuklirnya.

Pada 7 April, Trump menggabungkan tuntutan tersebut dengan unggahan di media sosial yang menyarankan penghancuran besar-besaran di Iran. Para kritikus menyamakan unggahan tersebut dengan seruan untuk genosida.

“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi,” tulis Trump.

Dalam beberapa jam setelah unggahan tersebut, AS dan Iran menyetujui gencatan senjata yang telah berlaku sejak saat itu, meskipun kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.

Presiden AS sebelumnya mengancam akan menyerang infrastruktur sipil negara itu, termasuk pembangkit listrik dan jembatannya, yang menurut para ahli hukum dapat dianggap sebagai pelanggaran Konvensi Jenewa.

Secara terpisah, dalam wawancara Mei dengan Fox News, Trump mengatakan para pejabat Iran akan “dihancurkan” jika mereka menyerang kapal-kapal AS.

Iran mengecam retorika tersebut dan menolak tuntutan Trump sebagai berlebihan.

Mehr, sebuah kantor berita yang disponsori oleh pemerintah Iran, mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu yang mengatakan bahwa AS belum menawarkan "konsesi nyata" dalam proposal terbarunya.

Mereka juga menuduh AS berusaha untuk "memperoleh konsesi yang gagal diperoleh selama perang", sebuah strategi yang "akan menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi".

Secara terpisah, juru bicara angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shakarchi, dikutip memperingatkan AS agar tidak melakukan ancaman lebih lanjut.

"Mengulangi kesalahan apa pun untuk mengimbangi aib Amerika dalam Perang Ketiga yang Dipaksakan terhadap Iran tidak akan menghasilkan apa pun selain menerima pukulan yang lebih menghancurkan dan parah," katanya kepada Mehr.

Melaporkan dari Teheran, koresponden Al Jazeera, Almigdad Alruhaid, mengatakan bahwa pemerintah Iran telah mengindikasikan bahwa retorika kekerasan dari AS tidak akan ditoleransi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved