Dituduh Terima 300 Drone dari Rusia, Kuba Bersumpah Akan Musnahkan Penjajah AS

Senin, 18 Mei 2026 - 20:30 WIB
loading...
A A A
Para pejabat AS, sambil menggembar-gemborkan apa yang disebut "ancaman," terpaksa mengakui bahwa Kuba tidak menimbulkan bahaya yang mengancam dan kemampuan militernya tidak sebanding dengan titik konflik bersejarah seperti krisis rudal tahun 1962.

Mereka juga mengakui bahwa Havana tidak dapat menutup jalur air utama seperti yang telah dilakukan Iran secara heroik dalam mempertahankan Selat Hormuz dari provokasi AS.

Presiden AS Donald Trump menjadi “semakin frustrasi” dengan Kuba dan sedang mempertimbangkan untuk melancarkan tindakan agresi terhadap negara Karibia tersebut, menurut sebuah laporan baru.

Para pejabat Kuba, termasuk Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez, telah mengecam laporan Axios sebagai bagian dari narasi yang dibuat-buat yang dirancang untuk membenarkan peningkatan sanksi, perang ekonomi, dan potensi intervensi militer di bawah kampanye tekanan maksimum pemerintahan AS saat ini.

Hal ini mengikuti pola imperialisme AS, di mana Washington secara rutin menciptakan dalih untuk menargetkan negara-negara merdeka yang menentang hegemoni AS.

Kuba, seperti Iran, telah lama menjadi sasaran sanksi ilegal AS, blokade, dan upaya destabilisasi yang bertujuan untuk melemahkan kedaulatan dan prinsip-prinsip revolusionernya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Messi Adu Mulut dengan...
Messi Adu Mulut dengan Wasit Portugal: Hormati Saya, Bicaralah yang Baik!
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
Berita Terkini
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved