Sejarah Persia Menjadi Iran: dari Kudeta hingga Operasi CIA yang Mengubah Timur Tengah

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:05 WIB
loading...
A A A

Revolusi 1979, Iran Berubah Total


Pada 1979, dunia menyaksikan salah satu revolusi paling mengejutkan abad ke-20. Dipimpin ulama karismatik Ayatollah Ruhollah Khomeini, rakyat Iran berhasil menggulingkan Shah.

Monarki Persia yang telah berdiri ribuan tahun runtuh, berubah nama menjadi Republik Islam Iran.

Inilah momen ketika agama bukan lagi sekadar identitas budaya, melainkan menjadi fondasi sistem negara. Khomeini membangun konsep "Wilayat al-Faqih", yakni kekuasaan tertinggi berada di tangan ulama.

Sejak saat itu, Iran menjadi negara dengan sistem unik: ada presiden dan parlemen, tapi keputusan tertinggi tetap di tangan Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader).

Ironisnya, setelah revolusi berhasil, Iran justru memasuki era penuh intrik baru.

Kelompok kiri, nasionalis, hingga liberal yang sebelumnya ikut menggulingkan Shah mulai disingkirkan oleh kelompok ulama revolusioner.

Iran juga menghadapi perang panjang melawan Irak (1980–1988), sanksi ekonomi Barat, konflik dengan Israel, hingga perseteruan berkepanjangan dengan Amerika Serikat.

Sejumlah upaya kudeta dan pemberontakan internal juga terjadi pasca-revolusi, termasuk percobaan kudeta militer Nojeh pada 1980 yang gagal.

Sejak saat itu, elite Iran sangat obsesif terhadap ancaman infiltrasi asing dan perubahan rezim.

Mengapa Iran Sangat Anti-Barat?


Bagi banyak orang Barat, Iran sering dipandang agresif dan anti-Amerika. Namun dari sudut pandang Iran, sejarah mereka dipenuhi pengalaman intervensi asing, seperti Inggris menguasai minyak Persia, Rusia ikut memecah pengaruh politik, CIA membantu kudeta 1953, dan Saddam Hussein didukung Barat saat perang Iran-Irak.

Narasi inilah yang terus dipakai pemerintah Iran untuk mempertahankan legitimasi politiknya.

Bahkan hingga kini, slogan “Death to America” bukan sekadar retorika ideologis, melainkan bagian dari memori sejarah nasional Iran terhadap campur tangan asing.

Iran hari ini adalah hasil dari ribuan tahun sejarah, imperialisme, modernisasi paksa, kudeta, dan revolusi. Di satu sisi, Iran mewarisi kebanggaan Persia kuno sebagai peradaban besar dunia. Di sisi lain, negara itu juga membawa trauma panjang akibat perebutan kekuasaan dan intervensi asing.

Karena itulah, memahami Iran tidak bisa hanya melihat konflik hari ini. Untuk memahami Republik Islam Iran modern, dunia harus melihat kembali sejarah Persia—negeri yang berkali-kali jatuh, tetapi selalu berhasil bangkit dalam bentuk yang berbeda.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved