Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:16 WIB
loading...
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov marah setelah konferensi persnya di KTT BRICS di India diganggu oleh suara jurnalis yang teleponan. Foto/NDTV
A A A
NEW DELHI - Momen yang menegangkan melibatkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov selama kunjungannya ke New Delhi untuk KTT BRICS menjadi viral setelah dia memperingatkan seorang jurnalis yang berisik dengan ponselnya selama konferensi pers. Dia memperingatkan bahwa petugas keamanan dapat mengeluarkan senjata jika gangguan terus berlanjut.

Interaksi tersebut beberapa kali terganggu oleh seorang jurnalis yang diduga sedang berbicara di ponselnya saat Menlu Lavrov menjawab pertanyaan dalam konferensi pers. Gangguan berulang tersebut mendorong Lavrov untuk berhenti berbicara dan meminta petugas keamanan untuk turun tangan.

Baca Juga: Zelensky: Rusia Pertimbangkan Serang Negara NATO dari Belarusia

“Bisakah Anda meninggalkan kami? Pilih Anda sendiri atau ponsel Anda,” kata Lavrov selama percakapan tersebut sebelum melanjutkan konferensi pers, seperti dikutip dari NDTV, Sabtu (16/5/2026).

Namun beberapa saat kemudian, gangguan terjadi lagi yang menyebabkan respons yang lebih tajam dari diplomat senior Moskow tersebut.

“Bisakah Anda meninggalkan kami? Saya tidak bercanda. Jika Anda tidak menyerahkan ponsel Anda, mereka akan mengeluarkan senjata,” katanya.

Lavrov berada di India untuk menghadiri KTT BRICS dan juga mengadakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin India selama kunjungan tersebut.

Dia bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi pada hari Kamis dan membahas hubungan bilateral serta konflik internasional yang sedang berlangsung, termasuk situasi di Ukraina dan Timur Tengah.

Menurut Kantor Perdana Menteri Mondi, Lavrov memberi pengarahan kepada Modi tentang perkembangan kerja sama India-Rusia sejak pertemuan antara PM Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin selama KTT Tahunan India-Rusia ke-23 yang diadakan pada Desember 2025.

Dalam sebuah unggahan yang dibagikan di X, PM Modi mengatakan dia menghargai pembaruan yang diberikan oleh Lavrov mengenai kemajuan dalam "Kemitraan Strategis Khusus dan Istimewa" antara India dan Rusia.

Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik utama, termasuk Ukraina dan Timur Tengah. Selama diskusi, PM Modi menegaskan kembali posisi India yang telah lama mendukung penyelesaian konflik secara damai.

Sebelum bertemu PM Modi, Lavrov mengadakan pembicaraan bilateral dengan Menlu India S Jaishankar pada hari Rabu. Diskusi tersebut mencakup isu-isu regional dan global serta kerja sama antara New Delhi dan Moskow di berbagai sektor.

Berbicara setelah pertemuan, Jaishankar mengatakan kemitraan India-Rusia terus berkembang meskipun ada ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Lavrov mengatakan Moskow terus mendukung prioritas India di platform internasional utama, termasuk BRICS, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kerja Sama Shanghai, dan G20.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved