Ironi Jet Tempur Siluman F-35: Diklaim Canggih dan Digdaya di Langit, tapi Karatan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:27 WIB
loading...
Ironi Jet Tempur Siluman...
Masalah korosi sedang mengganggu armada jet tempur siluman F-35 Kerajaan Inggris. Foto/UK Defence Journal
A A A
LONDON - Masalah korosi atau karatan sedang menggerogoti armada jet tempur siluman F-35 Kerajaan Inggris. Ini menjadi ironi bagi jet tempur buatan Lockheed Martin Amerika Serikat (AS) yang kerap dibanggakan sebagai pesawat tercanggih dan superior di udara.

Kementerian Pertahanan Inggris telah memperingatkan bahwa ketersediaan F-35 akan menurun dalam jangka pendek karena mereka sedang menyelesaikan tumpukan pekerjaan terkait korosi. Demikian disampaikan Sekretaris Tetap Kementerian Pertahanan Jeremy Pocklington dalam suratnya kepada Komite Akuntabilitas Publik (PAC).

Baca Juga: Iran: Jet Tempur Siluman F-35 AS Nyatakan Keadaan Darurat di Dekat Selat Hormuz

Surat Pocklington, tertanggal 30 April 2026, menggambarkan korosi yang diperburuk oleh paparan maritim sebagai masalah yang semakin meningkat. "Yang memengaruhi ketersediaan pesawat dan akan membutuhkan manajemen konstan sepanjang masa program," tulisnya dalam surat tersebut, seperti dikutip dari UK Defence Journal, Sabtu (16/5/2026).

Meskipun mengakui bahwa masalah ini memengaruhi semua negara operator F-35, surat tersebut menyatakan, "Seiring dengan meningkatnya aktivitas pemeliharaan, pengurangan jangka pendek diharapkan dapat menyelesaikan tumpukan pekerjaan tersebut."

Kementerian Pertahanan menyatakan sedang mengatasi masalah ini melalui peningkatan kesadaran korosi dan praktik pencegahan di skuadron garis depan, inspeksi yang lebih mendalam yang dilakukan dengan mitra industri Inggris dan AS, pengembangan solusi yang lebih tahan korosi dalam program F-35 yang lebih luas, dan dengan mendorong Kantor Program Gabungan F-35 dan industri untuk menciptakan apa yang digambarkan dalam surat tersebut sebagai "respons yang cepat, tangkas, dan terkoordinasi terhadap kejadian korosi."

Pengakuan tentang pengurangan ketersediaan yang akan datang patut diperhatikan mengingat laporan PAC Oktober 2025 telah menemukan ketersediaan F-35 berada di bawah target program Inggris dan global.

Masalah korosi diperburuk selama Operasi HIGHMAST, penempatan kelompok serang kapal induk ke Timur Tengah, dengan surat tersebut mencatat bahwa penempatan maritim yang berkepanjangan memperburuk masalah korosi dan meningkatkan waktu pemulihan pasca-penempatan. Pelajaran tersebut sejak itu telah menjadi dasar perencanaan untuk detasemen selanjutnya termasuk penempatan di Siprus awal tahun 2026.

Korosi merupakan tantangan bagi penerbangan berbasis kapal induk secara lebih luas, dengan udara asin dan kelembapan mempercepat degradasi komponen dan lapisan badan pesawat. Untuk pesawat siluman seperti F-35, yang lapisan permukaan penyerap radarnya sangat penting untuk karakteristik kemampuan "bersembunyinya", manajemen korosi memiliki implikasi operasional serta pemeliharaan.

Dalam suratnya, Pocklington juga mengatakan jet tempur F-35B Inggris akan dilengkapi dengan senjata Small Diameter Bomb II (SDB-II) produksi Boeing sebagai langkah sementara, karena penundaan yang terus berlanjut dalam mengintegrasikan alternatif produksi Eropa.

“Persetujuan telah diberikan untuk melanjutkan pengadaan Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sales) untuk bom berpemandu presisi SDB-II,” imbuh dia.

“Akuisisi ini akan memberi F-35 kemampuan serangan jarak jauh sementara hingga diperkenalkannya [rudal Spear 3] buatan MBDA ke dalam layanan,” paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Ashanty Curhat Soal...
Ashanty Curhat Soal Hijrah, Akui Sempat Tergoda Lepas Hijab
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved