Iran: Jet Tempur Siluman F-35 AS Nyatakan Keadaan Darurat di Dekat Selat Hormuz
Senin, 11 Mei 2026 - 09:57 WIB
loading...
Iran klaim sebuah jet tempur siluman F-35 AS nyatakan keadaan darurat di udara dekat Selat Hormuz dan mengirim kode 7700. Foto/US Air Force
A
A
A
TEHERAN - Iran mengeklaim sebuah jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS) menyatakan keadaan darurat di udara dekat Selat Hormuz dengan mengirimkan kode 7700. Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
Klaim tersebut disampaikan Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, dalam sebuah unggahan di X. Menurut konsulat tersebut, pesawat tempur canggih Amerika itu menyatakan keadaan darurat di udara saat terbang di dekat Selat Hormuz pada hari Minggu.
Baca Juga: Inilah Product 358, Rudal Murah Iran yang Tembak Jet Tempur Siluman F-35 AS
“Beberapa menit yang lalu, sebuah jet tempur F-35 Lightning II Angkatan Udara AS mengirimkan kode darurat 7700 saat terbang di atas Laut Oman," tulis konsulat tersebut, yang dikutip WION News, Senin (11/5/2026).
“Mengirim kode ini berarti ada situasi darurat mendesak yang membutuhkan pendaratan," imbuh Konsulat Jenderal Iran.
Menurut data pelacakan penerbangan dari FlightRadar24, pesawat tersebut menuju wilayah udara Uni Emirat Arab (UEA), terbang di atas Teluk Oman. Setelah terlacak di dekat UEA, transponder jet tersebut mati, yang merupakan praktik umum selama operasi militer atau setelah pendaratan yang aman. Penyebab keadaan darurat tersebut belum segera jelas.
Militer AS belum berkomentar terkait apa yang terjadi pada jet tempur siluman tersebut.
Klaim tersebut disampaikan Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, dalam sebuah unggahan di X. Menurut konsulat tersebut, pesawat tempur canggih Amerika itu menyatakan keadaan darurat di udara saat terbang di dekat Selat Hormuz pada hari Minggu.
Baca Juga: Inilah Product 358, Rudal Murah Iran yang Tembak Jet Tempur Siluman F-35 AS
“Beberapa menit yang lalu, sebuah jet tempur F-35 Lightning II Angkatan Udara AS mengirimkan kode darurat 7700 saat terbang di atas Laut Oman," tulis konsulat tersebut, yang dikutip WION News, Senin (11/5/2026).
“Mengirim kode ini berarti ada situasi darurat mendesak yang membutuhkan pendaratan," imbuh Konsulat Jenderal Iran.
Menurut data pelacakan penerbangan dari FlightRadar24, pesawat tersebut menuju wilayah udara Uni Emirat Arab (UEA), terbang di atas Teluk Oman. Setelah terlacak di dekat UEA, transponder jet tersebut mati, yang merupakan praktik umum selama operasi militer atau setelah pendaratan yang aman. Penyebab keadaan darurat tersebut belum segera jelas.
Militer AS belum berkomentar terkait apa yang terjadi pada jet tempur siluman tersebut.
Lihat Juga :