Jet Tempur Austria Berani Cegat Pesawat Mata-mata Militer AS: Haruskah Kami Tembak Jatuh?

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:14 WIB
loading...
A A A
Austria adalah negara Eropa kelima yang menutup wilayah udaranya untuk aktivitas AS terkait perang di Iran, di mana Wakil Kanselir Andreas Babler mengatakan: "Warga Austria tidak ingin terlibat dengan politik kekacauan [Presiden Donald] Trump dan perangnya."

Pencegatan pada 11 Mei dilaporkan terjadi di atas pegunungan Totes Gebirge, Austria, lebih dari 60 kilometer dari perbatasan Jerman. Pesawat-pesawat Amerika tersebut diadang oleh Eurofighter Typhoon.

Media Swiss, 20 Minuten, pertama kali melaporkan pelanggaran wilayah udara tersebut dan kemudian dikonfirmasi oleh media berbahasa Jerman, meskipun laporan awal menyatakan bahwa telah terjadi pelanggaran wilayah udara tanpa izin—klaim yang dibantah oleh militer Austria pada hari Rabu.

“Penerbangan ini terjadi setelah kesalahan administratif dalam dokumen izin penerbangan diperbaiki,” kata seorang pejabat dari Komando Eropa AS kepada Defense News dalam sebuah email, Kamis (14/5/2026).

“Amerika Serikat terus bekerja sama erat dengan otoritas Austria mengenai pertanyaan apa pun terkait penerbangan dan sepenuhnya mematuhi hukum dan prosedur Austria.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Membunuhnya Sejak Lama: Saya Jadi Target
Rekomendasi
Balague: Penampilan...
Balague: Penampilan Terbaik Spanyol yang Pernah Saya Lihat
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Berita Terkini
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved