Rusia: AS-Israel Serang Iran untuk Cegah Normalisasi Hubungan Teheran dengan Negara-negara Arab

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:56 WIB
loading...
Rusia: AS-Israel Serang...
Ledakan guncang Tel Aviv dalam serangan balasan Iran terhadap agresi gabungan AS dan Israel pada 28 Februari. Foto/IRAM Center
A A A
MOSKOW - Rusia mengungkap agenda lain dari perang Amerika Serikat(AS) dan Israel terhadap Iran. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan agenda tersembunyi itu adalah untuk mencegah normalisasi hubungan Teheran dengan negara-negara Arab Teluk.

Menurutnya, kampanye militer gabungan Washington dan Tel Aviv tersebut dimaksudkan untuk mendorong negara-negara Arab lebih dekat ke Israel dan menekan mereka untuk meninggalkan dukungan bagi Palestina.

Baca Juga: Iran Ambil Rudal Tomahawk AS yang Gagal Meledak untuk Direplikasi Teknologinya

Iran menanggapi serangan udara AS-Israel yang diluncurkan pada 28 Februari dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika di negara-negara Teluk, bersama dengan infrastruktur energi dan pelabuhan yang terkait dengan operasi AS.

Lavrov mengutuk serangan terhadap Iran sebagai agresi "tanpa provokasi" dan menggambarkan respons Teheran sebagai tindakan membela diri.

“Saya tidak ragu bahwa ketika rencana untuk memicu agresi terhadap Iran sedang disusun, salah satu tujuannya adalah untuk mencegah normalisasi hubungan antara Iran dan negara-negara Arab,” kata Lavrov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (14/5/2026).

“Sekarang, segala upaya dilakukan untuk memastikan bahwa rekonsiliasi tidak akan pernah terjadi," ujarnya.

Lavrov berpendapat bahwa AS menekan negara-negara Arab dalam upaya untuk memaksa mereka mengkhianati perjuangan Palestina demi hubungan yang lebih dekat dengan Israel.

Dia juga menuduh Washington menggunakan taktik "neokolonial". "Untuk memaksa semua orang membeli minyak AS dan gas alam cair yang mahal daripada minyak Rusia yang murah," ujarnya.

“Mereka berupaya menguasai dunia melalui pengendalian pasokan energi global,” imbuh Lavrov.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Rabu bahwa dia telah melakukan perjalanan secara diam-diam ke Uni Emirat Arab (UEA) pada puncak perang melawan Iran dan menggambarkan kunjungan itu sebagai “terobosan bersejarah".

Pengakuan Netanyahu disampaikan oleh kantornya dalam sebuah pernyataan hari Rabu. Namun, pemerintah UEA membantah bahwa kunjungan tersebut telah terjadi.

Di sisi lain, beberapa media AS melaporkan minggu ini bahwa Arab Saudi dan UEA telah melakukan serangan udara rahasia di dalam wilayah Iran selama konflik. Meskipun UEA membantah melakukan tindakan militer, Riyadh tidak mengonfirmasi maupun membantah laporan tersebut.

Pejabat Iran menuduh negara-negara Teluk memfasilitasi serangan terhadap wilayah Iran dan menyerukan AS untuk menarik pasukannya dari wilayah tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved