Mengapa Selat Hormuz Menjadi Senjata Terkuat Iran? Ini 5 Alasannya

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:05 WIB
loading...
A A A

2. Selat Hormuz Lebih Penting Dibandingkan Program Nuklir dan Proksinya

Kontrol de facto Iran atas lalu lintas di Selat Hormuz telah menjadi pelajaran penting dari konflik ini, memperkuat betapa enggannya Iran untuk melepaskan pengaruh tersebut.

Membentang sekitar 167 km antara Iran dan Oman, saat ini, Selat Hormuz “mungkin memiliki nilai lebih bagi Iran di meja perundingan daripada program nuklir dan militer, serta jaringan proksinya,” kata Reza H. Akbari, Manajer Program Timur Tengah dan Afrika Utara di Institute for War and Peace Reporting, kepada The New Arab.

“Mereka menggunakan ini sebagai senjata strategis untuk memobilisasi konflik guna menimbulkan kerugian dan menciptakan perpecahan antara negara-negara tetangga di kawasan dan secara global, yang memberi Iran keuntungan signifikan,” katanya.

Selat Hormuz bukan hanya aset politik strategis, tetapi juga jalur kehidupan ekonomi.

Ekonomi Iran yang sudah terpuruk akibat perang telah semakin mengganggu industri-industri kunci, memperdalam krisis.

3. Iran Butuh Dana untuk Rekonstruksi setelah Perang

Ali Vaez, direktur proyek Iran di International Crisis Group (ICG), mengatakan serangan Israel terhadap industri-industri penghasil ekspor utama, termasuk baja, petrokimia, dan farmasi, telah membuat pemulihan pascaperang jauh lebih sulit dengan mengurangi sumber mata uang asing.

“Perhitungannya adalah bahwa Iran tidak akan mampu, bahkan jika selamat dari perang ini, untuk bertahan dari dampaknya jika tidak mampu melakukan rekonstruksi, yang membutuhkan sumber pendapatan,” katanya kepada TNA, menambahkan bahwa Iran memandang Selat Hormuz sebagai sumber potensial pendapatan biaya transit dan jalur keuangan penting mengingat rendahnya harapan akan pencabutan sanksi.

Iran dilaporkan memberlakukan biaya transit informal pada kapal, dengan beberapa laporan menunjukkan biaya hingga sekitar $2 juta per kapal atau jumlah yang terkait dengan jenis kargo, khususnya pengiriman minyak. Sementara itu, otoritas Iran telah membahas pengetatan pengawasan regulasi dan keamanan lalu lintas maritim melalui proposal parlemen.

Strategi jangka panjang Iran di Selat Hormuz menyeimbangkan pendorong politik, militer, dan ekonomi, dengan penekanan yang bergeser berdasarkan persepsi ancaman.

Secara politik, Iran mempertahankan hubungan struktural yang hati-hati dengan Oman, yang dengannya Iran berbagi perairan selat tersebut. Secara ekonomi, Iran tetap sangat bergantung pada selat tersebut untuk perdagangan, dengan pungutan tol muncul sebagai tambahan pendapatan taktis kecil, bukan pergeseran strategis.

4. Selat Hormuz Adalah Jantung Timur Tengah

Secara militer, Iran menggunakan selat tersebut sebagai alat pencegahan, mampu secara signifikan mengganggu navigasi dan memperkuat peran sentralnya dalam keamanan regional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved