Mengapa Selalu Ada Korea Utara dalam Pencapaian yang Diperoleh Iran?

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:33 WIB
loading...
A A A
Seandainya rezim itu runtuh pada akhir tahun 1990-an, "masalah Korea" (Pasal 60 Perjanjian Gencatan Senjata) mungkin telah terselesaikan. Korea yang bebas dan bersatu, atau Republik Korea Bersatu, dapat muncul di bawah kepemimpinan Seoul.

"Itu akan mengubah Asia Timur Laut. Itu juga akan mengubah Timur Tengah. Iran akan kehilangan salah satu mitra militernya yang paling berguna. Tidak akan ada insinyur rudal Korea Utara untuk membantu Teheran, tidak ada spesialis terowongan, tidak ada jalur senjata konvensional, tidak ada arsitektur penghindaran sanksi, dan tidak ada model pemerasan nuklir untuk dipelajari dan diadaptasi," ujar David Maxwell.

5. Skenario Kontrafaktual Korea Utara-Korea Selatan

Iran akan tetap bermusuhan. Iran akan tetap mendukung proksi. Iran akan tetap mencari pengaruh di seluruh wilayah. Tetapi permusuhan tidak sama dengan kemampuan. Ambisi tidak sama dengan jangkauan. Tanpa Korea Utara, kekuatan rudal Iran kemungkinan akan lebih kecil, kurang dapat diandalkan, dan seterusnya.

Korea Utara akan lebih sulit bertahan dan lebih lambat berkembang. Tangga eskalasinya akan lebih pendek. Kepercayaan dirinya akan lebih rendah.

"Inilah mengapa skenario kontrafaktual penting. Korea Utara di tahun 1990-an tidak akan menyelesaikan setiap masalah keamanan global. Korea Utara tidak akan mengakhiri ideologi Iran, revanchisme Rusia, paksaan China, atau kekerasan jihadis. Tetapi Korea Utara akan menghilangkan salah satu mesin proliferasi strategis paling berbahaya di dunia. Itu saja sudah akan mengubah keseimbangan," papar ujar David Maxwell.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Ada Kabar Baik dari...
Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1%
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Tulis Grafiti 'Balas Dendam'
AS-Iran Setop Perang,...
AS-Iran Setop Perang, Giliran Kelompok Pro-Iran Gempur Fasilitas Minyak Saudi
Rekomendasi
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Adab Suami Istri agar...
Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
4 Dragster dari Empat...
4 Dragster dari Empat Daerah Warnai Persaingan Sentul Drag Record Simpati 5G 2026
Berita Terkini
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved