Prancis Sangkal Hendak Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz, Nyali Ciut usai Diancam Iran

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:22 WIB
loading...
A A A
"Selat Hormuz bukanlah milik bersama kekuatan di luar kawasan," tegasnya, seperti dikutip dari The New Arab, Senin (11/5/2026).

Para pejabat Iran juga memperingatkan negara-negara yang mematuhi sanksi AS atau berpartisipasi dalam upaya untuk menekan Teheran dapat menghadapi kesulitan melewati Selat Hormuz—salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima perdagangan minyak global.

Dalam eskalasi lebih lanjut, Sekretaris Jenderal Serikat Pelayaran Maritim dan Layanan Terkait Iran, Masoud Polmeh, mengeklaim pada hari Senin bahwa semua pelabuhan Teluk Arab pada dasarnya telah berhenti beroperasi karena gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.

"Semua pelabuhan di negara-negara selatan Teluk telah berhenti beroperasi," katanya.

Polmeh mengeklaim bahwa sekitar 110 kapal tanker minyak, gas, dan produk minyak bumi sebelumnya melewati Selat Hormuz setiap hari, tetapi jumlahnya kini telah turun menjadi "nol per hari".

Dia juga menunjuk pada dampak pada pelabuhan Jebel Ali di Dubai, salah satu pusat pengiriman terbesar di kawasan itu, dengan mengatakan bahwa kelumpuhan pelabuhan-pelabuhan utama di Teluk menyebarkan gangguan ekonomi dan ketidakaktifan komersial di seluruh wilayah.

"Ketika kapal tidak melewati Selat Hormuz, masuk dan keluar ke pelabuhan-pelabuhan negara-negara regional berhenti, dan aktivitas komersial mereka terganggu," katanya.

Prancis sebelumnya mengumumkan bahwa kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle telah melewati Terusan Suez ke Laut Merah sebagai persiapan untuk kemungkinan misi maritim multinasional di wilayah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved