Iran Berjanji AS Tak Akan Menang dalam Diplomasi setelah Kalah Berperang

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:55 WIB
loading...
A A A
Ia mengatakan bahwa respons Iran terhadap perang agresi AS-Israel, yang melibatkan serangan terhadap berbagai target di kawasan itu dan pembentukan aturan pelayaran baru di Teluk Persia, telah mengubah tatanan geopolitik di kawasan tersebut.

“Trump, jangan pernah berasumsi bahwa Anda dapat memanfaatkan ketenangan di Iran saat ini dan berbaris dengan penuh kemenangan ke Beijing. Pertama, pelajari ‘alfabet tatanan geopolitik baru di Asia Barat,’” kata Velayati.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyatakan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam siap tempur untuk memberikan respons yang menghancurkan dan pantas terhadap agresi apa pun, memperingatkan musuh bahwa strategi yang salah hanya akan membawa hasil yang buruk bagi mereka.

“Angkatan bersenjata kita siap memberikan respons yang pantas terhadap agresi apa pun; strategi yang salah dan keputusan yang salah akan selalu menghasilkan hasil yang salah. Seluruh dunia telah menyadari hal ini. Kita siap untuk semua opsi; mereka akan terkejut,” tegas Qalibaf.

Pernyataan Qalibaf muncul ketika Republik Islam Iran mempertahankan kebijakan kesabaran strategis dan kesiapan maksimal dalam menghadapi ancaman yang meningkat dari Amerika Serikat dan Israel.

Para pejabat Iran secara konsisten menekankan bahwa Teheran menginginkan perdamaian dan stabilitas regional, namun tidak akan pernah ragu untuk membela kedaulatannya dengan kekuatan penuh ketika garis merah dilanggar.

Dengan mengandalkan kemandirian selama beberapa dekade, teknologi rudal dan drone canggih, dan semangat tak tergoyahkan dari Poros Perlawanan, Iran telah membangun kemampuan pertahanan yang tangguh yang tidak memberi ruang bagi kesalahan perhitungan musuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved