4 Alasan Putin Akan Mengakhiri Perang Ukraina, Salah Satunya Sudah Raih Kemenangan

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:37 WIB
loading...
A A A
“Pertemuan di negara ketiga juga dimungkinkan, tetapi hanya setelah perjanjian perdamaian yang bertujuan untuk perspektif historis jangka panjang diselesaikan,” kata Putin. “Ini harus menjadi kesepakatan akhir, bukan negosiasi.”

4. Sudah Mengorbankan USD3 Triliun

Putin, yang telah memerintah Rusia sebagai presiden atau perdana menteri sejak hari terakhir tahun 1999, menghadapi gelombang kecemasan di Moskow tentang perang di Ukraina, yang telah menewaskan ratusan ribu orang, meninggalkan sebagian besar wilayah Ukraina dalam reruntuhan, dan menguras ekonomi Rusia senilai USD3 triliun.

Pasukan Rusia telah berperang di Ukraina selama lebih dari empat tahun. Itu lebih lama daripada pasukan Soviet berperang dalam Perang Dunia II, yang dikenal di Rusia sebagai Perang Patriotik Besar tahun 1941-1945.

Namun, pasukan Rusia sejauh ini belum mampu merebut seluruh wilayah Donbas di Ukraina timur, di mana pasukan Kyiv telah dipukul mundur ke garis kota-kota benteng. Kemajuan Rusia telah melambat tahun ini, meskipun Moskow menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengatakan pekan lalu bahwa ada potensi untuk pembicaraan antara Eropa dan Rusia tentang arsitektur keamanan masa depan benua itu.

Ditanya pada hari Sabtu apakah ia bersedia untuk terlibat dalam pembicaraan dengan pihak Eropa, Putin mengatakan tokoh yang lebih disukainya adalah mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder.

“Bagi saya pribadi, mantan kanselir Republik Federal Jerman, Bapak Schroder, lebih saya sukai,” kata Putin.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Brutal, Pasukan Israel...
Brutal, Pasukan Israel Bombardir Prosesi Pemakaman Warga Gaza, 7 Orang Tewas
Rekomendasi
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Berita Terkini
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved