Hanya Bertahan 48 Jam, Project Freedom Trump Gagal Bebaskan 1.600 Kapal di Selat Hormuz

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:24 WIB
loading...
A A A
Sekarang, izin untuk menarik kapal keluar akan menimbulkan risiko terhadap kargo dan personel. Kerusakan apa pun pada kapal bernilai jutaan dolar akan membebani keuangan dan logistik perusahaan. Perusahaan asuransi memiliki klausul masa perang yang tidak mewajibkan pertanggungan untuk kapal yang terdampar di tengah perang. Jadi, memindahkan kapal tanpa dukungan keuangan tersebut akan sangat mahal.

Pemerintahan Trump menghubungi beberapa perusahaan pelayaran dengan tawaran layanan "Project Freedom" mereka, kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Selasa. Beberapa perusahaan memanfaatkan tawaran ini.

Maersk, perusahaan konglomerat asal Denmark, mengonfirmasi pada hari Senin bahwa kapalnya adalah salah satu dari dua kapal yang dikawal melalui Selat Hormuz dengan bantuan militer AS. Kapal tersebut sebelumnya tidak dapat keluar dari Teluk Persia sejak Februari ketika permusuhan dimulai, kata perusahaan itu kepada CNN.

Sebanyak 10 kapal, termasuk dua kapal yang dikawal oleh pasukan AS, melewati Selat Hormuz pada hari Senin, menurut data S&P Global Commodities at Sea.

Hapag-Lloyd, salah satu perusahaan kontainer terbesar di dunia asal Jerman, mengatakan kepada CNN bahwa mereka telah mempertimbangkan untuk menggunakan militer AS untuk memindahkan empat kapal mereka yang tersisa keluar dari Selat Hormuz sebelum "Project Freedom" ditangguhkan.

“Karena situasinya berubah lagi dalam semalam, kita perlu melihat bagaimana ini akan berjalan dan apakah ini akan berhasil," kata Direktur Senior Komunikasi Korporat Hapag-Lloyd, Nils Haupt.

Menurut Haupt, serangan malam hari lainnya terhadap kapal kontainer, yang menyebabkan luka-luka, menggarisbawahi bahwa risiko tetap ada.

Menurut data Organisasi Maritim Internasional (IMO), serangan rudal telah menghantam 32 kapal sejak awal perang, menyebabkan 10 kematian dan setidaknya selusin luka-luka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Pecah! Momen PM Malaysia...
Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon
Rekomendasi
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Swiss Balas Gol Argentina,...
Swiss Balas Gol Argentina, Laga Berlanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Infografis
Vajiralongkorn, Raja...
Vajiralongkorn, Raja Terkaya di Dunia yang Miliki 52 Kapal Emas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved