Putin Sebut Tak Ada Bukti Iran Ingin Membuat Bom Nuklir, lalu Apa Tujuan Perang AS?

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:46 WIB
loading...
Putin Sebut Tak Ada...
Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia tak pernah melihat bukti Iran berupaya untuk membuat bom nuklir. Ini jadi pertanyaan tentang tujuan sebenarnya perang AS dan Israel. Foto/Sputniknews
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow tidak melihat adanya bukti tentang upaya Iran untuk membuat bom nuklir. Pernyataan ini kontras dengan dalih Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa perang gabungan Amerika dan Israel untuk menggagalkan upaya Teheran memperoleh senjata nuklir.

Berbicara di sela-sela parade Hari Kemenangan 9 Mei, Putin menggambarkan permusuhan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran sebagai konflik yang sangat rumit.

Baca Juga: Israel Ketakutan dengan 400 Kg Uranium Iran, Bisa untuk Membuat 11 Bom Nuklir

Menurutnya, Rusia tetap mempertahankan hubungan baik dengan Iran dan negara-negara Teluk dan terus terlibat dengan kedua pihak untuk mencari solusi atas krisis yang sedang berlangsung.

"Mengenai Iran dan Amerika Serikat, ini adalah konflik yang sangat rumit. Ini menempatkan kita pada posisi yang sulit karena kita memiliki hubungan baik dengan Iran dan dengan negara-negara Teluk. Kami menjaga kontak dengan kedua pihak. Saya berharap konflik ini akan segera berakhir. Saya percaya tidak ada yang tertarik untuk memperpanjangnya," kata Putin, menambahkan bahwa kompromi masih mungkin.

Berbicara tentang tuduhan AS dan Israel bahwa Iran berambisi untuk memperoleh senjata nuklir dan pembangkit nuklir Teheran yang dikerjakan bersama Moskow, Putin menyoroti kerja sama Rusia di masa lalu pada tahun 2015 dan menekankan bahwa proyek-proyek yang sedang berlangsung, termasuk pembangkit nuklir Bushehr di Iran, tetap fokus pada tujuan energi damai.

“Kami sudah pernah melakukannya pada tahun 2015. Dan saat itu Iran sepenuhnya dan bukan tanpa alasan mempercayai kami. Kami melanjutkan program nuklir di Iran; kami menyelesaikan pembangunan Bushehr. Pekerjaan kami di bidang atom damai tidak terpengaruh oleh situasi saat ini. Kami melakukannya pada tahun 2015, dan itu menjadi dasar untuk penandatanganan perjanjian di antara semua negara yang berkepentingan dan Iran. Itu memainkan peran yang sangat positif. Saya katakan sekali lagi bahwa kami siap untuk mengulangi hal itu,” kata Putin.

Putin lebih lanjut mencatat bahwa Rusia tidak pernah menemukan bukti bahwa Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir. “Jika semua orang menyetujuinya, Iran dapat sepenuhnya yakin bahwa mereka akan mengekspor bahan-bahan ini ke negara sahabat yang telah bekerja sama dan akan terus bekerja sama dalam bidang atom damai, dan tidak berupaya untuk mempersenjatainya. Kami tidak pernah sekali pun mengatakan bahwa ada bukti tentang upaya Iran untuk memiliki senjata nuklir. Dan semua peserta lain, menurut saya, juga bisa tertarik,” imbuh orang nomor satu Rusia ini, seperti dikutip dari Asia Net, Minggu (10/5/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Wanita Punya Proteksi...
Wanita Punya Proteksi Alami dari Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang karena Ini
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Israel Ketakutan Iran...
Israel Ketakutan Iran Memperoleh Senjata Bom Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved