Bersumpah Akan Raih Kemenangan di Ukraina, Putin Juga Target NATO
Sabtu, 09 Mei 2026 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kemenangan selalu dan akan selalu menjadi milik kita," kata Putin saat barisan pasukan berbaris di Lapangan Merah. "Kunci keberhasilan adalah kekuatan moral, keberanian, dan kegagahan kita, persatuan kita, dan kemampuan untuk menahan apa pun dan mengatasi tantangan apa pun."
Mereka yang hadir di Lapangan Merah kemudian diperlihatkan rangkaian video propaganda yang dirancang untuk menekankan kekuatan tentara Rusia dan "pencapaiannya" dalam perang melawan Ukraina.
Unit-unit militer Rusia berbaris di Lapangan Merah Moskow, disertai siaran resmi yang merinci berbagai prestasi angkatan bersenjata.
Di antara mereka yang berbaris adalah tentara Korea Utara yang telah dikirim untuk membantu tentara Rusia dalam perang melawan Ukraina. Mereka, seperti yang diklaim dalam pidato penyiar, telah memberikan kontribusi besar "untuk mengalahkan penjajah neo-Nazi di wilayah Kursk."
Parade tersebut berakhir dalam 45 menit.
Pada hari Sabtu, saat pasukan bersiap untuk berbaris melalui Lapangan Merah, pihak berwenang memberlakukan pembatasan akses ke internet seluler dan layanan pesan teks di ibu kota Rusia, dengan alasan keselamatan publik.
Pemerintah secara sistematis memperketat sensor internet dan memberlakukan kontrol yang semakin ketat terhadap aktivitas daring, yang memicu ketidakpuasan dan demonstrasi publik yang jarang terjadi.
Raja Malaysia Sultan Ibrahim Iskandar, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev. Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dan Perdana Menteri Slovakia Robert Fitzo melakukan perjalanan ke ibu kota Rusia untuk perayaan tersebut.
Mereka yang hadir di Lapangan Merah kemudian diperlihatkan rangkaian video propaganda yang dirancang untuk menekankan kekuatan tentara Rusia dan "pencapaiannya" dalam perang melawan Ukraina.
Unit-unit militer Rusia berbaris di Lapangan Merah Moskow, disertai siaran resmi yang merinci berbagai prestasi angkatan bersenjata.
Di antara mereka yang berbaris adalah tentara Korea Utara yang telah dikirim untuk membantu tentara Rusia dalam perang melawan Ukraina. Mereka, seperti yang diklaim dalam pidato penyiar, telah memberikan kontribusi besar "untuk mengalahkan penjajah neo-Nazi di wilayah Kursk."
Parade tersebut berakhir dalam 45 menit.
Pada hari Sabtu, saat pasukan bersiap untuk berbaris melalui Lapangan Merah, pihak berwenang memberlakukan pembatasan akses ke internet seluler dan layanan pesan teks di ibu kota Rusia, dengan alasan keselamatan publik.
Pemerintah secara sistematis memperketat sensor internet dan memberlakukan kontrol yang semakin ketat terhadap aktivitas daring, yang memicu ketidakpuasan dan demonstrasi publik yang jarang terjadi.
Raja Malaysia Sultan Ibrahim Iskandar, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev. Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dan Perdana Menteri Slovakia Robert Fitzo melakukan perjalanan ke ibu kota Rusia untuk perayaan tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :