Wanita Ini Dipecat karena Suaminya Kerja di Perusahaan Saingan, Urusannya sampai Pengadilan

Jum'at, 08 Mei 2026 - 13:23 WIB
loading...
Wanita Ini Dipecat karena...
Seorang wanita di China dipecat oleh bos perusahaan tempatnya bekerja dengan alasan suaminya bekerja di perusahaan saingan. Dalam putusan pengadilan, perusahaan tersebut diwajibkan bayar kompensasi senilai Rp1,75 miliar. Foto/Ilustrasi Money Control
A A A
SHANGHAI - Seorang wanita di Shanghai, China, dipecat oleh perusahaan tempatnya bekerja. Musababnya, sang suami bekerja di perusahaan saingan.

Tak terima dengan pemecatan tersebut, wanita yang diidentifikasi dengan nama belakang Liu tersebut mengadukan nasibnya ke komite abritrase perburuhan. Komite itu memutuskan perusahaan harus membayar kompensasi kepada Liu hingga 690.000 yuan atau lebih dari Rp1,75 miliar.

Baca Juga: Korupsi, 2 Eks Menhan China Dijatuhi Hukuman Mati

Liu telah bekerja di perusahaan tersebut sejak tahun 2006 sebelum dipecat pada akhir tahun 2023, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post, Jumat (8/5/2026).

Perusahaan tersebut mengeklaim bahwa pernikahan Liu dengan seorang pria yang bekerja sebagai manajer umum di perusahaan pesaing menciptakan konflik kepentingan dan berpotensi merugikan bisnis.

Pada akhir tahun 2023, Liu menerima pemberitahuan yang memberitahukan bahwa kontrak kerjanya diakhiri. Perusahaan tersebut mengatakan hal itu karena pasangannya bekerja untuk perusahaan saingan, yang menyebabkan "dampak buruk" pada operasi perusahaan.

Pada Februari 2024, Liu mengajukan pengaduan arbitrase perburuhan untuk menuntut kompensasi gaji sebesar 680.000 yuan, bonus 60.000 yuan untuk tahun 2023, dan 10.000 yuan lagi untuk cuti tahunan yang tidak digunakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved