Negosiator Utama Iran Ejek Trump soal AS Batal Kawal Kapal-kapal Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 07 Mei 2026 - 20:30 WIB
loading...
Negosiator Utama Iran...
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Negosiator utama Iran mengejek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah ia tiba-tiba menangguhkan upaya Amerika untuk memandu kapal melalui Selat Hormuz. Dia menambahkan Washington sekali lagi menyebarkan kebohongan tentang pembicaraan yang sedang berlangsung.

Dalam unggahan di X pada hari Rabu (6/5/2026), Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengejek Trump dengan kalimat sarkastik, “Operasi Percayalah Padaku, Bro, gagal. Sekarang kembali ke rutinitas dengan Operasi Fauxios.”

Komentar Ghalibaf muncul setelah Trump menghentikan ‘Proyek Kebebasan’, operasi yang bertujuan membuka jalan melalui selat bagi lebih dari 1.500 kapal komersial yang terdampar di Teluk Persia, hanya dua hari setelah dimulai.

Namun, presiden AS bersikeras keputusan itu dibuat berdasarkan apa yang ia gambarkan sebagai “kemajuan besar” dalam negosiasi dan permintaan dari Pakistan.

Langkah itu juga terjadi setelah Iran mengklaim telah menembak kapal perang AS yang mencoba berlayar melalui Selat Hormuz – tuduhan yang telah dibantah Washington.

Permainan kata Ghalibaf yang merujuk pada 'Fauxios' tampaknya merupakan sindiran terhadap media AS, Axios, yang sebelumnya melaporkan AS dan Iran sedang mencapai kemajuan dalam nota kesepahaman 14 poin untuk mengakhiri konflik.

Laporan tersebut mengatakan dokumen satu halaman itu mencakup janji Iran untuk memberlakukan moratorium pengayaan nuklir, persetujuan AS untuk mencabut sanksi dan mencairkan miliaran dana Iran, serta transit bebas melalui Selat Hormuz.

Axios juga mengindikasikan Gedung Putih sedang menunggu tanggapan segera dan dapat melanjutkan aksi militer jika tidak ada kemajuan yang dicapai.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Tasnim bahwa Teheran belum secara resmi menanggapi proposal tersebut, yang menurutnya berisi "beberapa klausul yang tidak dapat diterima."

"Propaganda media Amerika hari ini terutama bertujuan membenarkan penarikan Trump dari tindakan permusuhan baru-baru ini. Langkah Trump salah sejak awal dan seharusnya tidak pernah dilakukan," kata sumber tersebut.

AS telah menuntut pembongkaran total program nuklir Iran dan agar Teheran menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya, serta jalur bebas melalui Selat Hormuz, yang menyumbang 20% dari perdagangan minyak maritim global sebelum AS dan Israel melancarkan serangan mereka terhadap Iran pada akhir Februari.

Iran telah menolak tuntutan untuk menyerahkan uranium yang diperkaya sambil bersikeras bahwa mereka tidak memiliki rencana membangun senjata nuklir. Mereka juga bersikeras agar Washington memberikan jaminan non-agresi dan penarikan militer Amerika dari Teluk.

Baca juga: Pelabuhan Iran Siap Beri Layanan Dukungan kepada Kapal-Kapal di Selat Hormuz
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved