Langka, Parlemen Desak Pemerintah AS Buka-bukaan soal Senjata Nuklir Israel
Kamis, 07 Mei 2026 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
Apa Signifikansi Surat Tersebut?
Para anggota Parlemen sebelumnya telah menyerukan transparansi yang lebih besar mengenai senjata nuklir Israel. Sebagai contoh, anggota Parlemen James McGovern menyebut Israel sebagai negara bersenjata nuklir dalam sebuah resolusi pada tahun 2019.
Namun demikian, tekanan Kongres yang terkoordinasi terhadap pemerintahan presiden AS sangat jarang terjadi.
Surat tersebut muncul ketika para anggota Parlemen dari kedua partai semakin mempertanyakan hubungan dekat Washington dengan Israel di tengah genosida di Gaza dan perang AS-Israel melawan Iran.
Pada bulan April, 40 senator Partai Demokrat memberikan suara mendukung rancangan undang-undang (RUU) untuk memblokir penjualan buldoser militer ke Israel. Meskipun langkah tersebut gagal, para pendukung memuji peningkatan tekanan di antara Partai Demokrat sebagai "bersejarah".
Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir adalah tujuan utama dalam perangnya. Teheran selama bertahun-tahun membantah berupaya mendapatkan senjata semacam itu.
Dalam sebuah pernyataan kepada Al Jazeera, Josh Reubner, direktur kebijakan untuk Institute for Middle East Understanding Policy Project, memuji para anggota Parlemen atas seruan mereka untuk kejelasan mengenai program senjata nuklir Israel.
“Inisiatif ini berlangsung di tengah latar belakang perang agresi AS-Israel terhadap Iran. Salah satu tujuan Trump untuk mengakhiri perang ini melibatkan negosiasi untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai imbalan atas komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir,” kata Reubner.
“Anggota Kongres benar untuk mempertanyakan mengapa pengembangan senjata nuklir Israel mendapat kelonggaran sementara kita berusaha mencegah Iran memperolehnya,” imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :