Langka, Parlemen Desak Pemerintah AS Buka-bukaan soal Senjata Nuklir Israel

Kamis, 07 Mei 2026 - 13:18 WIB
loading...
Langka, Parlemen Desak...
Puluhan anggota Parlemen dari Partai Demokrat desak Pemerintah AS ungkap kemampuan senjata nuklir Israel. Foto/The Cradle
A A A
WASHINGTON - Puluhan anggota Parlemen dari Partai Demokrat telah mendesak Departemen Luar Negeri mengakhiri kebungkaman pemerintah Amerika Serikat (AS) mengenai kemampuan senjata nuklir Israel. Desakan langka ini muncul untuk pertama kalinya.

Dalam surat yang dikirim kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio, para anggota Parlemen dari Partai Demokrat menunjuk pada perang AS-Israel melawan Iran sebagai alasan mengapa kejelasan lebih lanjut sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Terungkap, Trump Tiba-tiba Hentikan Project Freedom karena Arab Saudi Marah

Meskipun Israel diyakini telah memiliki senjata nuklir sejak tahun 1960-an, rezim Zionis mempertahankan kebijakan ambiguitas nuklir. Menurut lembaga think tank Nuclear Threat Initiative yang berbasis di Washington DC, Israel tidak pernah secara resmi mengonfirmasi maupun menyangkal keberadaan program dan persenjataan nuklirnya.

Gedung Putih juga telah lama mempertahankan ambiguitas mengenai masalah ini, meskipun ada beberapa pengakuan sekilas. Sebagai balasannya, para anggota Parlemen di Kongres telah meluncurkan beberapa upaya publik terkoordinasi untuk transparansi yang lebih besar di tengah dukungan bipartisan selama beberapa dekade untuk Israel.

“Kongres memiliki tanggung jawab konstitusional untuk sepenuhnya mengetahui keseimbangan nuklir di Timur Tengah, risiko eskalasi oleh pihak mana pun dalam konflik ini, dan perencanaan serta kontingensi pemerintah untuk skenario tersebut,” demikian bunyi surat yang ditandatangani oleh 30 anggota Kongres.

“Kami tidak yakin telah menerima informasi tersebut," lanjut surat tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (7/5/2026).

“Kebijakan ambiguitas resmi tentang kemampuan nuklir salah satu pihak dalam konflik ini membuat kebijakan nonproliferasi yang koheren di Timur Tengah menjadi tidak mungkin bagi Iran, Arab Saudi, dan setiap negara lain di kawasan itu yang membuat keputusan berdasarkan persepsi mereka tentang kemampuan negara tetangga mereka," sambung surat tersebut.

Apa yang Diminta Surat Tersebut?


Dalam surat tertanggal 4 Mei itu, para anggota Parlemen secara gamblang menanyakan kepada Rubio tentang kemampuan senjata nuklir apa yang dimiliki Israel, serta informasi yang jelas tentang hulu ledak dan peluncurnya.

Mereka khususnya berfokus pada Pusat Penelitian Nuklir Negev di Dimona, yang sejak lama diyakini sebagai inti dari program nuklir Israel.

“Apakah Israel saat ini memiliki kemampuan pengayaan uranium, dan pada tingkat berapa?” tanya mereka, memohon rincian tentang bahan fisil dan produksi plutonium.

Surat itu selanjutnya menanyakan apakah Israel, yang bukan penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), telah mengartikulasikan kepada AS “doktrin nuklir, garis merah, atau ambang batas penggunaan nuklir dalam konteks konflik saat ini dengan Iran?”

“Apakah pemerintah telah menerima jaminan dari Israel bahwa senjata nuklir tidak akan digunakan?” lanjut pernyataan para anggota Parlemen.

“Apakah ada indikasi bahwa Israel berencana untuk menggunakan atau mengerahkan senjata nuklir selama konflik Iran baru-baru ini atau selama konflik lainnya?”

Apa yang Diketahui tentang Program Nuklir Israel?


Beberapa mantan pejabat AS, whistleblower Israel, dan dokumen intelijen AS yang tidak diklasifikasikan telah selama beberapa dekade mengungkap dugaan program nuklir Israel.

Dokumen menunjukkan bahwa pada tahun 1968, CIA memberi tahu Presiden AS saat itu, Lyndon B. Johnson, bahwa Israel telah mengembangkan atau mampu mengembangkan senjata nuklir.

Penerus Johnson, Presiden Richard Nixon kemudian dilaporkan mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel saat itu, Golda Meir, di mana Israel setuju untuk tidak mengakui atau menguji persenjataan nuklirnya sebagai imbalan atas penghentian tekanan pengawasan oleh Washington.

Teknisi nuklir Israel yang kemudian menjadi whistleblower, Mordechai Vanunu, membocorkan bukti Pusat Penelitian Nuklir Negev kepada Sunday Times Inggris dalam laporan penting tahun 1968.

Dalam suratnya kepada Rubio, para anggota Parlemen AS mencatat bahwa “catatan publik secara kuat dan konsisten mendukung kesimpulan bahwa Israel memiliki senjata nuklir”. Mereka merujuk pada Laporan Intelijen Nasional Khusus AS tahun 1974 dan beberapa pernyataan dari pejabat AS dan Israel.

Pejabat AS termasuk mantan calon menteri pertahanan Robert Gates, yang, selama kesaksiannya di Komite Angkatan Bersenjata Senat pada tahun 2006, menyebut Israel sebagai salah satu “kekuatan dunia yang memiliki senjata nuklir”.

Nuclear Threat Initiative memperkirakan bahwa Israel memiliki 90 hulu ledak nuklir, persediaan plutonium sebanyak 750 hingga 1.110 kg (1.700 hingga 2.400 lbs), enam kapal selam yang mampu meluncurkan senjata nuklir, dan rudal balistik jarak menengah yang mampu mencapai 4.800 hingga 6.500 km (3.000 hingga 4.000 mil).

Apa Signifikansi Surat Tersebut?


Para anggota Parlemen sebelumnya telah menyerukan transparansi yang lebih besar mengenai senjata nuklir Israel. Sebagai contoh, anggota Parlemen James McGovern menyebut Israel sebagai negara bersenjata nuklir dalam sebuah resolusi pada tahun 2019.

Namun demikian, tekanan Kongres yang terkoordinasi terhadap pemerintahan presiden AS sangat jarang terjadi.

Surat tersebut muncul ketika para anggota Parlemen dari kedua partai semakin mempertanyakan hubungan dekat Washington dengan Israel di tengah genosida di Gaza dan perang AS-Israel melawan Iran.

Pada bulan April, 40 senator Partai Demokrat memberikan suara mendukung rancangan undang-undang (RUU) untuk memblokir penjualan buldoser militer ke Israel. Meskipun langkah tersebut gagal, para pendukung memuji peningkatan tekanan di antara Partai Demokrat sebagai "bersejarah".

Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir adalah tujuan utama dalam perangnya. Teheran selama bertahun-tahun membantah berupaya mendapatkan senjata semacam itu.

Dalam sebuah pernyataan kepada Al Jazeera, Josh Reubner, direktur kebijakan untuk Institute for Middle East Understanding Policy Project, memuji para anggota Parlemen atas seruan mereka untuk kejelasan mengenai program senjata nuklir Israel.

“Inisiatif ini berlangsung di tengah latar belakang perang agresi AS-Israel terhadap Iran. Salah satu tujuan Trump untuk mengakhiri perang ini melibatkan negosiasi untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai imbalan atas komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir,” kata Reubner.

“Anggota Kongres benar untuk mempertanyakan mengapa pengembangan senjata nuklir Israel mendapat kelonggaran sementara kita berusaha mencegah Iran memperolehnya,” imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved