AS Sebut Sekutu NATO yang Kaya Justru Jadi Inkubator Teror

Kamis, 07 Mei 2026 - 11:56 WIB
loading...
A A A
“Dunia lebih aman ketika Eropa kuat, tetapi Eropa sangat terancam dan merupakan target teror sekaligus inkubator ancaman teror,” bunyi dokumen tersebut, yang dikutip Russia Today, Kamis (7/5/2026).

“Tidak dapat diterima bahwa sekutu NATO yang kaya dapat berfungsi sebagai pusat keuangan, logistik, dan perekrutan bagi teroris," lanjut dokumen strategi kontra-terorisme nasional AS.

“Migrasi massal yang tak terkendali telah menjadi jalur penularan bagi teroris,” imbuh dokumen itu, mendesak pemerintah Eropa untuk “menemukan kembali” kebebasan berbicara, mengadakan percakapan jujur tentang Islamisme, mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk kontra-terorisme, dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas keamanan mereka sendiri.

“Sebagai tempat kelahiran budaya dan nilai-nilai Barat, Eropa harus bertindak sekarang dan menghentikan kemundurannya yang disengaja. Jelas bagi semua orang bahwa kelompok-kelompok musuh yang terorganisir dengan baik mengeksploitasi perbatasan terbuka dan cita-cita globalis terkait,” imbuh dokumen tersebut.

Selain itu, dokumen strategi ini memperingatkan bahwa semakin banyak budaya asing ini tumbuh, dan semakin lama kebijakan Eropa saat ini bertahan, semakin terjamin terorismenya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
Berita Terkini
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved