Eks Hakim AS: Agresi Militer Trump Malah Membuat Iran Sangat Kuat

Kamis, 07 Mei 2026 - 09:12 WIB
loading...
A A A
Selat Hormuz, yang dulunya merupakan jalur pelayaran global yang beroperasi dengan andal dan hampir sempurna, katanya, telah berubah menjadi zona pertempuran yang diperebutkan yang mendorong kenaikan harga minyak global. Dia menambahkan bahwa perang dari perspektif Amerika telah menjadi “bencana".

“Penolakan sekutu-sekutu utama Eropa—khususnya Jerman, Prancis, Spanyol, dan Inggris—untuk bergabung dalam apa yang disebut 'operasi pembebasan' di Selat Hormuz menggarisbawahi pengakuan mendasar: ini bukan perang mereka. Negara-negara ini telah mengidentifikasi konflik tersebut sebagai akibat dari pilihan strategis Israel dan kepatuhan Presiden Trump terhadap tuntutan Israel,” kata Napolitano.

Komentator terkenal itu segera menambahkan bahwa Eropa tidak mendapatkan apa pun dari hal itu. "Dan Trump telah terdegradasi secara politik karena kurangnya dukungan sekutu ini," ujarnya.

Dia mengatakan meskipun ada “pengakuan luas” bahwa perang Trump yang tidak beralasan terhadap Iran memerlukan pemakzulan berdasarkan alasan hukum dan konstitusional, Kongres AS yang saat ini dikendalikan oleh Partai Republik tetap tidak mau bertindak.

“Para anggota parlemen, meskipun secara pribadi percaya bahwa pemakzulan dibenarkan, dilaporkan takut kepada presiden. Namun, lanskap politik diperkirakan akan berubah secara dramatis pada Januari 2027, ketika Partai Demokrat diproyeksikan akan mengendalikan Kongres. Pada saat itu, akan ada kemauan dan keberanian politik yang cukup untuk melanjutkan proses pemakzulan,” kata mantan ahli hukum Amerika tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Tolak Kesepakatan Nuklir
Rekomendasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved