Eks Hakim AS: Agresi Militer Trump Malah Membuat Iran Sangat Kuat

Kamis, 07 Mei 2026 - 09:12 WIB
loading...
Eks Hakim AS: Agresi...
Andrew Napolitano, mantan hakim pengadilan AS, sebut agresi militer pimpinan Presiden Donald Trump malah membuat Iran menjadi sangat kuat. Foto/Arab Center Washington DC
A A A
WASHINGTON - Andrew Napolitano, mantan hakim Pengadilan Tinggi New Jersey yang sekarang menjadi komentator politik Amerika Serikat (AS), mengatakan agresi militer pimpinan Presiden Donald Trump terhadap Iran tidak lain adalah bencana.

Menurutnya, alih-alih menghasilkan keuntungan strategis, tindakan itu justru memicu inflasi AS, mengasingkan sekutu Eropa, dan mengangkat Iran ke jajaran negara-negara yang sangat. "Sangat kuat," katanya dalam wawancara dengan Press TV, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: AS Bilang Perang Berakhir, tapi Jet Tempur F/A-18 Amerika Serang Kapal Tanker Iran

Dia mengatakan agresi AS-Israel terhadap Republik Islam Iran tidak menghasilkan manfaat nyata bagi Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump gagal mencapai tujuan yang dinyatakannya untuk merebut atau mengurangi kemampuan nuklir dan rudal balistik Iran.

“Sebaliknya, Trump telah mengalami kerugian signifikan dalam kredibilitas internasional dan kedudukan domestik," katanya.

"Inflasi harga bahan bakar dan makanan telah melonjak di seluruh Amerika, sementara sekutu Eropa—termasuk Jerman, Prancis, Spanyol, dan Inggris—menolak untuk berpartisipasi dalam apa yang mereka anggap sebagai konflik yang didorong oleh kepentingan Israel daripada keamanan nasional Amerika,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved