5 Alasan AS Hentikan Operasi Epic Fury, Salah Satunya Selat Hormuz Ingin Kembali Normal

Kamis, 07 Mei 2026 - 01:10 WIB
loading...
5 Alasan AS Hentikan...
AS hentikan operasi Epic Fury. Foto/X/CENTCOM
A A A
WASHINGTON - Operasi Epic Fury kini menjadi Operasi Economic Fury dan Amerika Serikat telah beralih ke program yang diumumkan presiden AS pada hari Minggu yakni Proyek Kebebasan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan AS pada dasarnya menciptakan gelembung untuk memungkinkan kapal komersial melintasi selat, dilindungi oleh aset angkatan laut dan udara.

5 Alasan AS Hentikan Operasi Epic Fury, Salah Satunya Selat Hormuz Ingin Kembali Normal

1. Memulihkan Kebebasan Navigasi

Rubio mengatakan Amerika Serikat sedang berupaya memulihkan kebebasan navigasi, seperti yang disebutnya, dan bahwa jika Iran menyerang aset AS atau salah satu kapal komersial yang melintasi selat, AS akan bereaksi, dan berhak untuk menggunakan kekuatan mematikan.

Ia menuduh Iran menyebabkan kerusakan ekonomi. Akibatnya, AS mengatakan bahwa mereka membantu negara-negara [yang bergantung pada Selat Hormuz], tetapi pada titik tertentu, mereka harus mengambil alih.

Dalam hal jalur diplomatik, Menteri Luar Negeri juga membahas hal itu, mengatakan bahwa utusan Timur Tengah Jared Kushner dan Steve Witkoff masih bekerja, tetapi untuk saat ini, yang perlu dilakukan Iran adalah membuat konsesi agar pembicaraan dapat berjalan produktif.


2. Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan

Menteri Luar Negeri AS mengklaim utusan Trump, Witkoff dan Kushner, “bekerja keras” dalam upaya diplomasi dengan Iran.

“Iran harus menerima realitas situasi dan datang ke meja perundingan dan menerima persyaratan yang baik untuknya, tetapi pada akhirnya baik untuk dunia," katanya, dilansir Al Jazeera.

3. Ingin Selat Hormuz Kembali Normal

Rubio mengatakan preferensi Washington adalah agar Selat Hormuz kembali “seperti semula”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved