Intelijen AS: Iran Butuh 9 Bulan untuk Membuat Bom Nuklir

Selasa, 05 Mei 2026 - 14:29 WIB
loading...
A A A
Dalam beberapa minggu terakhir, para pejabat AS telah mempertimbangkan operasi berbahaya yang akan secara signifikan menghambat upaya nuklir Iran. Opsi tersebut termasuk serangan darat untuk mengambil HEU yang diyakini disimpan di kompleks terowongan di situs Isfahan.

Iran telah berulang kali membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir. Badan intelijen AS dan IAEA mengatakan Teheran menghentikan upaya pengembangan hulu ledak pada tahun 2003, meskipun beberapa pakar dan Israel berpendapat bahwa Iran secara diam-diam menyimpan bagian-bagian penting dari program tersebut.

Menurut para pakar, mengevaluasi secara tepat kapasitas nuklir Iran adalah hal yang sulit, bahkan bagi badan intelijen terkemuka di dunia.

Beberapa badan intelijen AS telah secara independen mempelajari program nuklir Iran, dan meskipun sumber-sumber tersebut menggambarkan konsensus luas mengenai kapasitas Iran untuk membangun senjata nuklir, penilaian yang menyimpang memang terjadi.

Ada kemungkinan ambisi nuklir Iran telah terhambat lebih jauh daripada yang diperkirakan oleh intelijen.

Beberapa pejabat, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, berpendapat bahwa serangan AS terhadap pertahanan udara Iran telah mengurangi ancaman nuklir dengan mengurangi kemampuan Iran untuk mempertahankan situs nuklirnya jika mereka memutuskan untuk bergegas menuju persenjataan di masa depan.

Ada juga dampak dari pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran oleh Israel.

David Albright, mantan inspektur nuklir PBB yang memimpin Institute for Science and International Security, mengatakan pembunuhan tersebut telah menambah ketidakpastian yang signifikan terhadap kemampuan Teheran untuk membangun bom yang akan berfungsi sebagaimana mestinya.

“Saya rasa semua orang setuju bahwa pengetahuan tidak bisa dibom, tetapi keahlian tentu saja bisa dihancurkan,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved