Intelijen AS: Iran Butuh 9 Bulan untuk Membuat Bom Nuklir

Selasa, 05 Mei 2026 - 14:29 WIB
loading...
Intelijen AS: Iran Butuh...
Penilaian intelijen AS menyatakan Iran butuh sembilan bulan hingga satu tahun untuk membangun senjata nuklir setelah Iran diserang AS dan Israel. Foto/X @drhossamsamy65
A A A
WASHINGTON - Penilaian intelijen Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan Iran untuk membangun senjata nuklir tidak berubah sejak musim panas lalu, yakni antara sembilan bulan hingga satu tahun ke depan.

Ini menjadi penegasan bahwa serangan Amerika dan Israel, baik pada perang Juni 2025 maupun perang baru-baru ini, tidak benar-benar melenyapkan program nuklir republik Islam tersebut.

Baca Juga: AS dan Iran yang Perang, Mengapa UEA yang Diserang Teheran?

Penilaian intelijen Amerika terhadap program nuklir Teheran secara umum tetap tidak berubah bahkan setelah dua bulan perang yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump—yang diklaim untuk menghentikan Republik Islam Iran mengembangkan bom nuklir.

Serangan terbaru AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari berfokus pada target militer konvensional, tetapi Israel telah menyerang sejumlah fasilitas nuklir penting.

Jangka waktu yang tidak berubah menunjukkan bahwa menghambat program nuklir Teheran secara signifikan mungkin memerlukan penghancuran atau penghapusan persediaan uranium yang diperkaya tinggi (HEU) Iran yang tersisa.

Perang telah terhenti sejak AS dan Iran menyepakati gencatan senjata pada 7 April untuk mengejar perdamaian. Ketegangan tetap tinggi karena kedua belah pihak tampak sangat terpecah, dan karena Iran telah mencekik lalu lintas di Selat Hormuz, memblokir sekitar 20% pasokan minyak dunia dan memicu krisis energi global.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah menyatakan secara terbuka bahwa AS bertujuan untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir melalui negosiasi yang sedang berlangsung dengan Teheran.

Badan intelijen AS telah menyimpulkan sebelum perang 12 hari pada bulan Juni 2025 bahwa Iran kemungkinan dapat memproduksi uranium tingkat bom yang cukup untuk sebuah senjata dan membangun bom nuklir dalam waktu sekitar tiga hingga enam bulan. Demikian diungkap dua sumber AS, yang semuanya meminta anonimitas untuk membahas intelijen AS.

Menyusul serangan AS pada bulan Juni yang menghantam kompleks nuklir Natanz, Fordow, dan Isfahan, perkiraan intelijen AS menggeser jangka waktu tersebut menjadi sekitar sembilan bulan hingga satu tahun, kata dua sumber dan seseorang yang mengetahui penilaian intelijen Amerika.

Serangan tersebut menghancurkan atau merusak parah tiga pabrik pengayaan uranium Iran yang diketahui beroperasi pada saat itu. Namun, badan pengawas nuklir PBB atau Badan Energi Atom Internasional (IAEA) belum dapat memverifikasi keberadaan sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60%. Mereka percaya bahwa sekitar setengahnya disimpan di kompleks terowongan bawah tanah di Pusat Penelitian Nuklir Isfahan, tetapi mereka belum dapat mengonfirmasi hal itu karena inspeksi ditangguhkan.

IAEA memperkirakan total persediaan HEU (uranium yang diperkaya hingga 60%) akan cukup untuk 10 bom jika diperkaya lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Bakal Hadiri Prosesi...
Bakal Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatulloh Khamenei, Ketua MPR: Saya Diutus Presiden
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Kunjungi Wilayah Ukraina...
Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!
Rekomendasi
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Tony Blair di Kertanegara Senin Malam Bahas Apa?
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Test Drive Wuling BinguoS...
Test Drive Wuling BinguoS di Liuzhou: Tongkrongan Crossover, Beda Banget dengan Versi Standar!
Berita Terkini
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved