Intelijen AS: Iran Butuh 9 Bulan untuk Membuat Bom Nuklir

Selasa, 05 Mei 2026 - 14:29 WIB
loading...
A A A
“Meskipun Operasi Midnight Hammer menghancurkan fasilitas nuklir Iran, Operasi Epic Fury melanjutkan keberhasilan ini dengan menghancurkan basis industri pertahanan Iran yang pernah mereka manfaatkan sebagai perisai pelindung dalam upaya mereka untuk mendapatkan senjata nuklir,” kata juru bicara Gedung Putih Olivia Wales, merujuk pada operasi bulan Juni dan perang terbaru yang dimulai pada bulan Februari.

“Presiden Trump telah lama menyatakan dengan jelas bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir—dan dia tidak main-main," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/5/2026).

Kantor Direktur Intelijen Nasional AS tidak menanggapi permintaan komentar.

Para pejabat AS, termasuk Presiden Trump, berulang kali menyebutkan perlunya melenyapkan program nuklir Iran sebagai tujuan utama perang AS dan Israel.

“Iran tidak boleh dibiarkan memperoleh senjata nuklir. Itulah tujuan operasi ini,” tulis Wakil Presiden JD Vance di platform media sosial X pada 2 Maret.

Perkiraan yang tidak berubah tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan Iran untuk membangun senjata nuklir sebagian mencerminkan fokus kampanye militer AS dan Israel terbaru, kata sumber Amerika.

Sementara Israel telah menyerang target terkait nuklir, termasuk fasilitas pengolahan uranium pada akhir Maret, serangan AS telah terkonsentrasi pada kemampuan militer konvensional, kepemimpinan Iran, dan basis industri militernya.

Perkiraan yang tidak berubah mungkin juga berasal dari kurangnya target nuklir utama yang dapat dengan mudah dan aman dihancurkan setelah aksi militer Juni, menurut beberapa analis.

Eric Brewer, mantan analis intelijen senior AS yang memimpin penilaian program nuklir Iran, mengatakan tidak mengherankan bahwa penilaian tersebut tidak berubah karena serangan AS baru-baru ini tidak memprioritaskan target terkait nuklir.

“Sejauh yang kita ketahui, Iran masih memiliki semua material nuklirnya,” kata Brewer, wakil presiden program studi material nuklir di lembaga think tank pengendalian senjata Nuclear Threat Initiative.

“Material itu mungkin terletak di situs bawah tanah yang terkubur dalam di mana amunisi AS tidak dapat menembusnya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Momen Pelatih Mesir...
Momen Pelatih Mesir Bentangkan Bendera Palestina Setelah Menang atas Australia di Piala Dunia
Rekomendasi
Baojun Huajing S: Wuling...
Baojun Huajing S: Wuling Bikin Kejutan dengan SUV yang Mendekati Kelas Range Rover
Tenun Sumba Tampil di...
Tenun Sumba Tampil di Panggung Dunia lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza
Sinopsis Border of Shadow,...
Sinopsis Border of Shadow, Agen Federal Jadi Buronan karena Skandal Pembunuhan
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved