Mengapa Pertahanan NATO Saat Ini Makin Lemah dalam Menghadapi Rusia?

Rabu, 06 Mei 2026 - 02:20 WIB
loading...
Mengapa Pertahanan NATO...
Pertahanan NATO saat ini makin lemah dalam menghadapi Rusia. Foto/X
A A A
LONDON - Para pejabat senior NATO tidak diperingatkan tentang keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik 5.000 pasukan dari Jerman dalam 6-12 bulan ke depan sebelum pengumuman Pentagon pada hari Jumat.

Pertanyaan tentang logistik seperti dari mana dan bagaimana pasukan akan ditarik telah muncul. Belum jelas juga bagaimana keputusan ini akan memengaruhi postur kekuatan keseluruhan aliansi pertahanan. Itu diungkapkan beberapa sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada Euronews.

Trump pada hari Sabtu menambahkan bahwa kehadiran pasukan di Jerman akan dikurangi "jauh lebih banyak" daripada 5.000 yang diumumkan sebelumnya, tetapi presiden Republikan itu tidak merinci seberapa banyak pengurangan lebih lanjut atau kapan pengurangan tersebut diharapkan.

Mengapa Pertahanan NATO Saat Ini Makin Lemah dalam Menghadapi Rusia?

1. Penarikan 5.000 Pasukan AS dari Jerman

Menurut sumber, pengumuman yang mengejutkan komando senior NATO ini kurang detail. Washington belum merinci apakah pasukan yang akan meninggalkan Jerman berasal dari rotasi yang tidak akan diisi ulang, skuadron udara, atau apakah pasukan tersebut merupakan bagian dari unit inti.

"Kita tidak tahu apa pasukan ini, apakah itu inti dari sebuah brigade? sebuah skuadron udara?" kata mantan duta besar AS untuk NATO, Ivo Daalder kepada Euronews.

"Tidak ada detail karena Trump hanya mengarang angka ini," kata sumber AS lainnya kepada Euronews.

Para perencana militer meminimalkan dampak pengurangan setidaknya 5.000 personel militer AS terhadap postur keamanan Eropa, mengingat perubahan sifat peperangan yang semakin kurang bergantung pada tentara dan lebih banyak pada teknologi dan persenjataan canggih.


2. NATO Belum Siap Ditinggal AS

Selain itu, beberapa sekutu Eropa, terutama Jerman, telah secara substansial memperkuat pertahanan mereka sendiri selama setahun terakhir. Negara-negara NATO telah bersiap untuk kemungkinan peninjauan kehadiran pasukan AS, yang mereka ketahui dapat terjadi kapan saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved