4 Motif Trump Meluncurkan Project Freedom di Selat Hormuz, Salah Satunya Menguji Kemampuan Iran

Selasa, 05 Mei 2026 - 12:19 WIB
loading...
A A A
“Kedua pihak masih sangat berbeda, terutama dalam masalah nuklir,” kata Kimmitt kepada Al Jazeera sebelumnya.

3. Menyakinkan Sekutu AS

Ia menjelaskan bahwa mengubah nama operasi militer AS dari “Epic Fury” menjadi “Proyek Kebebasan” bukanlah tanda misi yang sedang mencari arah, tetapi sebuah perubahan strategis.

Mengadopsi judul Proyek Kebebasan terutama merupakan pergeseran informasi oleh Washington untuk meyakinkan sekutu AS yang skeptis bahwa ada “alasan rasional” untuk bergabung dalam misi tersebut, seperti membuka kembali Selat Hormuz untuk ekspor minyak dan pupuk, kata Kimmitt.

Perubahan nama operasi ini juga membingkai ulang perang AS-Israel terhadap Iran sebagai masalah kemanusiaan daripada perang. Kampanye yang "jelas-jelas ofensif", seperti yang dilambangkan oleh nama Epic Fury.

4. Fokus ke Kepentingan Regional

Meskipun respons AS terhadap proposal Iran yang terdiri dari 14 poin untuk mengakhiri perang belum "sangat menggembirakan", Kimmitt menggambarkan dialog antara Washington dan Teheran – yang dimediasi oleh Pakistan – sebagai hal penting untuk "menggerakkan jarum" dalam negosiasi.

Ia menyarankan bahwa fokus pada kepentingan regional yang nyata, seperti arus barang-barang penting melalui selat, dapat mengarah pada "negosiasi yang sebenarnya".
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved