Iran Akan Serang Militer AS jika Berani Gelar Project Freedom di Selat Hormuz

Senin, 04 Mei 2026 - 14:24 WIB
loading...
Iran Akan Serang Militer...
Iran akan serang militer AS jika berani gelar Project Freedom di Selat Hormuz. Foto/Fars
A A A
TEHERAN - Militer Iran mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas pengumuman Trump tentang misi angkatan laut untuk memandu kapal-kapal yang terdampar keluar dari Selat Hormuz dalam bentuk Project Freedom.

Pernyataan itu mengatakan bahwa keamanan jalur air tersebut “berada di tangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran” dan memperingatkan bahwa “setiap perjalanan dan navigasi yang aman dalam situasi apa pun” harus “dilakukan dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata”.

“Kami akan menjaga dan mengelola keamanan Selat Hormuz dengan segenap kekuatan kami dan kami mengumumkan kepada semua kapal komersial dan tanker untuk menahan diri dari tindakan apa pun untuk melintas tanpa koordinasi dengan angkatan bersenjata yang ditempatkan di Selat Hormuz agar keamanan mereka tidak terancam,” kata militer Iran, dilansir Al Jazeera.

“Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing, terutama tentara AS yang agresif, akan diserang jika mereka mencoba mendekati dan memasuki Selat Hormuz.”



Al Jazeera melaporkan, intervensi AS dalam rezim maritim baru di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Mereka mengatakan bahwa jika Amerika Serikat dan angkatan lautnya memasuki Selat Hormuz atau Teluk, Iran akan terlibat dengan mereka.

Lembaga militer dan pejabat politik Iran mengatakan bahwa perang telah mengubah banyak hal. Dan bahwa ada rezim baru [di Selat Hormuz] dan Iran dengan satu atau lain cara akan tetap mengendalikan jalur air tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved