40.000 Orang Pesta Ilegal di Situs Militer Prancis, Abaikan Risiko Ledakan Amunisi Tua

Minggu, 03 Mei 2026 - 14:06 WIB
loading...
40.000 Orang Pesta Ilegal...
Sekitar 40.000 orang pesta ilegal di situs militer Prancis, abaikan risiko ledakan amunisi tua. Foto/24 Digital
A A A
PARIS - Sekitar 40.000 orang berkumpul untuk pesta rave ilegal di sebuah situs militer di Prancis. Mereka mengabaikan peringatan tentang risiko kemungkinan ledakan dari amunisi tua.

Musik techno yang menghentak bergema di seluruh lapangan tembak yang luas di dekat kota Bourges di Prancis tengah saat para pengunjung pesta—banyak yang mengenakan pakaian berwarna cerah, yang lain bertelanjang dada—berkumpul untuk acara tidak resmi, yang dikenal sebagai "pesta bebas", yang dimulai pada hari Jumat.

Baca Juga: Ukraina Serang Situs Militer Rusia, 4 Pesawat Rusak Termasuk 2 Jet Tempur Siluman Su-57

Di belakang mereka, tenda dan van terbentang di lapangan berumput.

Pihak berwenang memperkirakan jumlah pengunjung mencapai 20.000 orang pada Sabtu pagi, tetapi lebih banyak lagi peserta pesta rave yang datang sepanjang hari dan Tekno Anti Rep, jaringan pendukung pesta bebas yang hadir di lokasi tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa total pengunjung mencapai antara 35.000 hingga 40.000 pada malam harinya.

Para pejabat setempat mengatakan para ahli penjinak bom harus turun tangan setelah sebuahamunisi ditemukan di dekat jalan yang melewati lokasi pesta.

Acara ini berlangsung ketika parlemen Prancis berupaya memperketat undang-undang terhadap pesta rave ilegal, dengan memberlakukan hukuman penjara bagi penyelenggara dan denda bagi para peserta.

“Meskipun ilegal, pemerintah telah bergerak untuk memastikan keamanan acara ini dan membatasi gangguan apa pun,” kata prefektur setempat.

Pejabat setempat, Philippe Le Moing Surzur, mengatakan: "Lokasi tersebut sangat berbahaya karena kemungkinan adanya amunisi yang belum meledak."

Meskipun peluru modern tidak menimbulkan ancaman, dia memperingatkan risiko dari amunisi lama yang belum meledak yang berasal dari Perang Dunia II.

Peluru Artileri Tua


Dia mengatakan bahwa bahkan Direktorat Jenderal Persenjataan Prancis, yang memiliki lahan tersebut, tidak memiliki pengetahuan pasti tentang risikonya.

“Ini adalah lokasi yang telah digunakan selama 150 tahun, dan kami tahu ada potensi peluru artileri tua di sana,” katanya, menambahkan bahwa para ahli penjinak bom menemukannya secara teratur.

Lapangan tembak tersebut mencakup 10.000 hektare (25.000 acre) dan dilintasi oleh jalan-jalan yang ditutup selama uji coba tetapi dibuka untuk umum di waktu lain.

Rambu-rambu melarang akses ke lapangan tembak itu sendiri, tetapi tidak dipagari.

Para penyelenggara telah mendesak para peserta untuk tidak menyalakan api, menggali, atau mengambil benda apa pun.

Kantor wali kota setempat mengatakan bahwa penduduk dan peserta pesta rukun.

“Untuk sekali ini ada sesuatu yang terjadi, manfaatkanlah sebaik-baiknya!” kata Paulette (64), warga yang tinggal di desa terdekat dan menolak untuk menyebutkan nama keluarganya, kepada AFP, Minggu (3/5/2026).

Layanan darurat merawat 12 orang dengan luka ringan pada Sabtu pagi.

Surzur mengatakan satu orang tertabrak kendaraan, dan sejumlah orang yang terluka mengalami luka sayatan saat menangani pecahan peluru tajam.

Para peserta pesta melihat pesta besar ini bukan hanya sebagai kesempatan untuk bersantai, tetapi juga sebagai protes terhadap undang-undang yang membatasi pesta rave.

“Ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa para peserta dimobilisasi dan akan terus datang, apa pun yang terjadi, dan akan terus menantang undang-undang ini,” kata seorang anggota kolektif Tekno Anti Rep kepada AFP.

"Pesan Melawan Penindasan"


Pesta bebas biasanya merupakan bentuk rave ilegal yang berakar pada budaya anti-kemapanan.

Pesta ini diadakan tanpa izin di lokasi terpencil, dan masuknya gratis atau dengan donasi.

“Saya mendengar akan ada banyak orang, tetapi begitu Anda berada di sana, masih mengejutkan melihat begitu banyak orang berkumpul di satu tempat,” kata seorang pria berusia 22 tahun, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Seorang peserta pesta lainnya, berusia 19 tahun, yang juga tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa jumlah peserta tersebut merupakan “pesan kuat menentang penindasan”.

Sekitar 600 polisi dan 45 petugas pemadam kebakaran dikerahkan di lokasi tersebut.

“Kami sedang bersiap untuk acara kumpul-kumpul besar malam ini,” kata Edith Raquin, Wali kota Cornusse, pemimpin wilayah berpenduduk 220 jiwa yang terletak kurang dari dua kilometer dari lokasi tersebut.

Dia mengatakan bahwa para peserta pesta tampak sebagai “orang-orang yang damai” dan beberapa warga lanjut usia “senang” berbicara dengan mereka. “Mereka sopan, mereka menyapa,” kata Raquin.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Berita Terkini
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved