Militer Iran Tak Gentar untuk Perang Lagi, Sepenuhnya Siap Meladeni Kebodohan AS!

Minggu, 03 Mei 2026 - 05:31 WIB
loading...
Militer Iran Tak Gentar...
Militer Iran menyatakan tidak gentar untuk perang lagi melawan Amerika Serikat. Foto/BBC
A A A
TEHERAN - Militer Iran menyatakan tidak gentar untuk perang lagi melawan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak puas dengan proposal negosiasi yang diajukan Teheran.

"Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi," kata Wakil Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi, kepada Fars News,yang dilansir Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Militer Iran Klaim Perang dengan Iran Mungkin Berlanjut

Menurutnya, kekacauan ini diciptakan oleh Amerika sendiri. "Tindakan dan pernyataan pejabat-pejabat AS terutama didorong oleh media, pertama-tama bertujuan untuk mencegah penurunan harga minyak dan kedua untuk melepaskan diri dari kekacauan yang telah mereka ciptakan," katanya.

Asadi menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran tak takut jika AS berencana untuk meningkatkan eskalasi. "Angkatan bersenjata sepenuhnya siap untuk petualangan atau kebodohan baru apa pun dari Amerika," ujarnya.

Setelah Iran menyerahkan proposal terbaru kepada mediator Pakistan pada Kamis malam, Trump bertanya kepada wartawan: "Apakah kita ingin pergi dan menghancurkan mereka habis-habisan dan menghabisi mereka selamanya—atau apakah kita ingin mencoba dan membuat kesepakatan?"

Namun, kemudian dia mengatakan bahwa dia lebih memilih untuk tidak mengambil opsi pertama atas dasar kemanusiaan.

Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengatakan pada hari Jumat bahwa negaranya tidak pernah menghindari negosiasi, tetapi tidak akan menerima pemaksaan syarat perdamaian.

Iran telah mempertahankan cengkeramannya di selat tersebut sejak perang dimulai, mencekik aliran utama minyak, gas, dan pupuk ke ekonomi dunia, sementara Amerika Serikat telah memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa Angkatan Laut AS bertindak seperti "bajak laut" di perairan dan membual tentang bagaimana operasi berlangsung sambil menyita kapal-kapal di tengah blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Kami mendarat di atasnya dan kami mengambil alih kapal. Kami mengambil alih kargo, mengambil alih minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan," kata Trump saat berpidato di sebuah pertemuan umum di Florida.

Saat kerumunan bersorak, dia berkata: "Kami seperti bajak laut. Kami agak seperti bajak laut. Tapi kami tidak bermain-main."

Sementara itu, Iran telah bersumpah untuk mempertahankan kendalinya atas selat tersebut selama Washington terus memblokade pelabuhan-pelabuhannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved