Pakistan Buka 6 Jalur Perdagangan Darat ke Iran di Tengah Blokade Selat Hormuz

Kamis, 30 April 2026 - 18:30 WIB
loading...
A A A

Pergeseran Dinamika Regional


Koridor tersebut juga menandakan pergeseran dari Afghanistan, yang hubungannya dengan Pakistan telah memburuk tajam.

Kedua pihak terlibat bentrokan pada Oktober 2025 dan lagi pada Februari dan Maret tahun ini, dengan pertempuran kecil terus berlanjut di sepanjang perbatasan barat laut dan barat daya.

Perlintasan Torkham dan Chaman telah berhenti berfungsi sebagai jalur komersial yang dapat diandalkan sejak ketegangan meningkat, membatasi akses darat Pakistan ke pasar Asia Tengah.

“Ini adalah pergeseran paradigma. Hubungan Pakistan dengan Taliban Afghanistan, penguasa de facto di Kabul, tidak memiliki tombol reset,” ujar Iftikhar Firdous, salah satu pendiri The Khorasan Diary, kepada Al Jazeera.

Dia menjelaskan, “Kabul telah melakukan diversifikasi dari Pakistan ke Iran dan Asia Tengah, tetapi langkah ini membalikkan persamaan. Pakistan sekarang dapat sepenuhnya melewati Afghanistan untuk perdagangan ke arah barat. Dampaknya terhadap relevansi transit dan pendapatan Kabul bersifat strategis, bukan langsung – tetapi nyata.”

Firdous mengatakan implikasinya meluas melampaui hubungan bilateral.

“Koridor ini juga mengurangi ketergantungan Pakistan pada rute maritim yang lebih panjang melalui Teluk. Meskipun sulit menentukan koridor mana yang mendominasi, hal ini menempatkan Pakistan sebagai gerbang darat utama untuk jalur perdagangan yang didukung China ke Asia Barat dan sekitarnya," katanya.

Minhas Majeed Marwat, akademisi dan analis geopolitik yang berbasis di Peshawar, mendesak kehati-hatian. "Afghanistan yang terpojok adalah Afghanistan yang tidak stabil, dan Pakistan lebih tahu daripada kebanyakan orang tentang konsekuensinya," tulisnya di X pada 27 April.

"Peluang di sini nyata. Begitu juga risikonya. Keamanan di perbatasan barat laut dan barat daya tetap menjadi variabel yang dapat mengacaukan segalanya. Pakistan berada di posisi yang baik. Namun, belum berada di posisi yang aman. Itu adalah dua hal yang berbeda."

Baca juga: Qatar Bantah Klaim Dukung Jaksa ICC dalam Kasus Netanyahu
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved