Putin Telepon Trump 90 Menit, Peringatkan Konsekuensi Sangat Merusak dari Perang Iran
Kamis, 30 April 2026 - 13:26 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berbicara dengan Presiden AS Donald Trump via telepon selama lebih dari 90 menit, membahas perang Iran dan Ukraina. Foto/Belta
A
A
A
MOSKOW - Ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu petang waktu Moskow. Menurutnya, kedua pemimpin membahas perang di Timur Tengah dan Ukraina.
Panggilan telepon tersebut berlangsung lebih dari 90 menit. "Terus terang dan profesional," kata Ushakov kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Senator Rusia Sentil AS Keteteran Perang Melawan Iran: 'Mengira seperti Venezuela...'
"Para presiden memberikan perhatian khusus pada situasi terkait Iran dan di Teluk Persia," ujar Ushakov.
"Vladimir Putin menganggap keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sebagai keputusan yang tepat, karena ini akan memberi kesempatan pada negosiasi dan, secara keseluruhan, membantu menstabilkan situasi," paparnya.
"Namun Putin juga menyoroti konsekuensi yang tak terhindarkan dan sangat merusak tidak hanya bagi Iran dan negara-negara tetangganya, tetapi juga bagi seluruh komunitas internasional, jika AS dan Israel kembali melakukan aksi militer," imbuh Ushakov.
Dia menambahkan bahwa Rusia sangat berkomitmen untuk memberikan setiap bantuan yang mungkin untuk upaya diplomatik dalam perang di Timur Tengah, dan mengatakan bahwa panggilan telepon tersebut dilakukan atas inisiatif Moskow.
Pemimpin kedua negara juga membahas perang di Ukraina, yang kini memasuki tahun kelima setelah invasi Rusia ke negara tetangganya pada tahun 2022.
"Atas permintaan Trump, Vladimir Putin menggambarkan situasi saat ini di sepanjang garis kontak, di mana pasukan kita memegang inisiatif strategis dan mendorong mundur posisi musuh," kata Ushakov.
"Baik Vladimir Putin maupun Donald Trump pada dasarnya menyampaikan penilaian yang serupa tentang perilaku rezim Kyiv yang dipimpin oleh (Presiden Volodymyr) Zelensky, yang, dengan hasutan dan dukungan dari Eropa, mengejar kebijakan untuk memperpanjang konflik," imbuh dia.
Serangan Rusia terhadap Ukraina telah menghancurkan sebagian besar wilayah Ukraina, menewaskan ribuan warga sipil dan memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.
Putin mengatakan dia siap untuk menyatakan gencatan senjata selama perayaan Victory Day (Hari Kemenangan). "Trump secara aktif mendukung inisiatif ini, mencatat bahwa hari libur tersebut menandai kemenangan bersama kita," kata Ushakov.
Rusia memperingati Victory Day pada 9 Mei untuk memperingati kemenangan Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, yang dirayakan setiap tahun dengan parade militer di pusat Moskow.
Acara tahun ini akan diperkecil sebagai tindakan pencegahan mengingat ancaman serangan balasan Ukraina, kata Kremlin sebelumnya pada hari Rabu.
Panggilan telepon tersebut berlangsung lebih dari 90 menit. "Terus terang dan profesional," kata Ushakov kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Senator Rusia Sentil AS Keteteran Perang Melawan Iran: 'Mengira seperti Venezuela...'
"Para presiden memberikan perhatian khusus pada situasi terkait Iran dan di Teluk Persia," ujar Ushakov.
"Vladimir Putin menganggap keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sebagai keputusan yang tepat, karena ini akan memberi kesempatan pada negosiasi dan, secara keseluruhan, membantu menstabilkan situasi," paparnya.
"Namun Putin juga menyoroti konsekuensi yang tak terhindarkan dan sangat merusak tidak hanya bagi Iran dan negara-negara tetangganya, tetapi juga bagi seluruh komunitas internasional, jika AS dan Israel kembali melakukan aksi militer," imbuh Ushakov.
Dia menambahkan bahwa Rusia sangat berkomitmen untuk memberikan setiap bantuan yang mungkin untuk upaya diplomatik dalam perang di Timur Tengah, dan mengatakan bahwa panggilan telepon tersebut dilakukan atas inisiatif Moskow.
Pemimpin kedua negara juga membahas perang di Ukraina, yang kini memasuki tahun kelima setelah invasi Rusia ke negara tetangganya pada tahun 2022.
"Atas permintaan Trump, Vladimir Putin menggambarkan situasi saat ini di sepanjang garis kontak, di mana pasukan kita memegang inisiatif strategis dan mendorong mundur posisi musuh," kata Ushakov.
"Baik Vladimir Putin maupun Donald Trump pada dasarnya menyampaikan penilaian yang serupa tentang perilaku rezim Kyiv yang dipimpin oleh (Presiden Volodymyr) Zelensky, yang, dengan hasutan dan dukungan dari Eropa, mengejar kebijakan untuk memperpanjang konflik," imbuh dia.
Serangan Rusia terhadap Ukraina telah menghancurkan sebagian besar wilayah Ukraina, menewaskan ribuan warga sipil dan memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.
Putin mengatakan dia siap untuk menyatakan gencatan senjata selama perayaan Victory Day (Hari Kemenangan). "Trump secara aktif mendukung inisiatif ini, mencatat bahwa hari libur tersebut menandai kemenangan bersama kita," kata Ushakov.
Rusia memperingati Victory Day pada 9 Mei untuk memperingati kemenangan Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, yang dirayakan setiap tahun dengan parade militer di pusat Moskow.
Acara tahun ini akan diperkecil sebagai tindakan pencegahan mengingat ancaman serangan balasan Ukraina, kata Kremlin sebelumnya pada hari Rabu.
(mas)
Lihat Juga :