Kim Jong-un Puji Tentara Korut karena Ledakkan Diri daripada Ditangkap Pasukan Ukraina

Kamis, 30 April 2026 - 12:48 WIB
loading...
Kim Jong-un Puji Tentara...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un puji tentaranya yang meledakkan diri untuk menghindari penangkapan pasukan Ukraina saat bertempur di wilayah Kursk, Rusia. Foto/KCNA
A A A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memuji tentaranya yang meledakkan diri dengan granat untuk menghindari penangkapan saat melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk barat, Rusia. Sikapnya ini menegaskan adanya kebijakan medan perang ekstrem tersebut.

Bukti yang semakin banyak, termasuk dari laporan intelijen dan kesaksian para pembelot, menunjukkan bahwa tentara Korea Utara secara eksplisit diperintahkan untuk melakukan peledakan diri atau bentuk bunuh diri lainnya untuk menghindari penangkapan oleh pasukan musuh.

Baca Juga: Dipantau Kim Jong-un, Korut Uji Tembak Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton

Pada tahun 2024, Korea Utara mengirim sekitar 14.000 pasukan elite untuk bergabung dalam perang Rusia melawan Ukraina. Para tentara dikirim ke medan perang di sekitar kota perbatasan Sudzha, yang direbut pasukan Ukraina pada musim panas itu dalam serangan balasan mini yang mengejutkan.

Menurut pejabat Korea Selatan dan Ukraina, lebih dari 6.000 warga Korea Utara tewas dalam pertempuran sengit.

Setidaknya dua warga Korea Utara ditangkap dan ditahan sebagai tawanan perang di ibu kota Ukraina, Kyiv. Keduanya mencoba meledakkan diri tetapi gagal karena luka parah yang mereka alami. Salah satu dari mereka mengaku bersalah atas kegagalannya melaksanakan perintah.

Dalam pidato yang ditujukan kepada pejabat Rusia dan keluarga yang berduka pada upacara penyelesaian monumen untuk menghormati tentara Korea Utara, Kim Jong-un menyebutkan untuk pertama kalinya pengorbanan yang telah dilakukan pasukannya, memuji mereka sebagai pahlawan, menurut transkrip yang diterbitkan oleh kantor berita negara Korea Utara, KCNA, pada hari Senin.

“Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan peledakkan diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerang di garis depan pertempuran,” katanya.

Kim Jong-un mengatakan mereka yang selamat juga adalah patriot. “Mereka yang merintih frustrasi karena gagal memenuhi tugas mereka sebagai tentara daripada menderita kesengsaraan tubuh mereka yang terkoyak oleh peluru dan bom...mereka juga dapat disebut sebagai pejuang dan patriot setia partai," paparnya, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (30/4/2026).

Pyongyang telah mengirim jutaan peluru artileri dan sejumlah besar rudal balistik jarak pendek ke Rusia. Sebagai imbalannya, mereka telah menerima bantuan ekonomi dan teknologi militer dari Moskow, menurut penilaian intelijen Korea Selatan.

Angkatan bersenjata Rusia merebut kembali wilayah Sudzha dari pasukan Ukraina pada musim semi 2025. Kemajuan lintas perbatasan pasukan Kyiv itu memalukan bagi Kremlin dan pertama kalinya tank asing memasuki wilayah Rusia sejak Perang Dunia II.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved