Laporan Tahunan AS Ungkap Ketatnya Kontrol China atas Tibet

Rabu, 29 April 2026 - 09:30 WIB
loading...
A A A
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa bahkan pengunjung yang telah memperoleh izin resmi tetap menghadapi pembatasan tambahan di lapangan. Beberapa area tertentu di Tibet memerlukan izin tambahan dari Biro Keamanan Publik TAR, sementara wilayah perbatasan seperti Gunung Everest kadang memerlukan persetujuan terpisah dari otoritas militer.

Beijing turut disebut tidak pernah secara transparan menjelaskan proses pengambilan keputusan dalam pemberian izin maupun mengungkap pejabat yang bertanggung jawab.

Menurut laporan itu, setiap permintaan kunjungan resmi dari AS ditangani melalui proses birokrasi sensitif yang melibatkan berbagai institusi, termasuk UFWD, Kementerian Keamanan Negara, Kementerian Keamanan Publik, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), dan Kementerian Luar Negeri China.

“Pengaturan perjalanan yang dikendalikan pemerintah dirancang untuk mencegah interaksi bermakna dengan masyarakat Tibet,” lanjut laporan tersebut.

Meski akses warga Amerika ke Tibet dilaporkan sedikit membaik dibanding 2024, Washington menilai pembatasan struktural Beijing tetap mencerminkan kontrol politik mendalam terhadap wilayah tersebut.

Laporan tahunan AS memperkuat kekhawatiran internasional bahwa Tibet masih berada di bawah sistem pengawasan, pembatasan mobilitas, dan kontrol informasi yang jauh lebih ketat dibanding wilayah lain di China, sekaligus menyoroti berlanjutnya tekanan Beijing terhadap identitas budaya, agama, dan hubungan diaspora Tibet dengan tanah leluhur mereka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved