Laporan Tahunan AS Ungkap Ketatnya Kontrol China atas Tibet

Rabu, 29 April 2026 - 09:30 WIB
loading...
Laporan Tahunan AS Ungkap...
Wilayah Otonomi Tibet jadi satu-satunya wilayah di China yang secara efektif tertutup bagi sebagian besar warga asing non-mainland China, termasuk diplomat, jurnalis, peneliti, dan diaspora Tibet. Foto/Freedom House
A A A
JAKARTA - Wilayah Otonomi Tibet (TAR) tetap menjadi satu-satunya wilayah di Republik Rakyat China (RRC) yang secara efektif tertutup bagi sebagian besar warga asing non-mainland China, termasuk diplomat, jurnalis, peneliti, dan diaspora Tibet. Demikian laporan tahunan terbaru Biro Urusan Asia Timur dan Pasifik Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) kepada Kongres.

Dikutip dari laporan berdasarkan Reciprocal Access to Tibet Act 2018 yang dirilis 24 April, Beijing masih memberlakukan pembatasan perjalanan ketat ke Tibet melalui sistem izin tambahan di luar visa China biasa, dengan prosedur yang jauh lebih ketat dibanding wilayah lain di negara tersebut.

Baca Juga: China Bakar Bendera Doa di Tibet, Tuduhan Represi Budaya Menguat

Laporan tersebut menegaskan bahwa pembatasan di TAR tetap paling berat dibanding kawasan lain di China, sementara akses ke wilayah Tibet di luar TAR, meski sedikit lebih longgar, juga disebut penuh hambatan, intimidasi, dan pengawasan ketat.

“Wilayah Otonomi Tibet terus menjadi satu-satunya area di RRC yang mengharuskan warga asing, termasuk diplomat dan pejabat asing, meminta izin resmi sebelum berkunjung,” bunyi laporan tersebut, yang dikutip Tibetan Review, Rabu (29/4/2026).

Sejak 1989, wisatawan internasional diwajibkan memperoleh surat konfirmasi resmi dari pemerintah TAR sebelum memasuki wilayah itu. Sebagian besar izin hanya dapat diproses melalui agen perjalanan resmi yang terdaftar pemerintah China, dengan kewajiban menggunakan pemandu wisata yang ditentukan negara.

Selain itu, otoritas China secara rutin menutup akses ke Tibet selama periode yang dianggap sensitif secara politik, seperti peringatan Pemberontakan Tibet 10 Maret 1959 dan ulang tahun Dalai Lama pada 6 Juli.

Pembatasan Peliputan di Tibet


Departemen Luar Negeri AS juga menyoroti bahwa warga Amerika keturunan Tibet menghadapi pemeriksaan jauh lebih berat dibanding warga AS lainnya. Permohonan visa atau izin perjalanan mereka sering diproses melalui United Front Work Department (UFWD), dengan syarat tambahan seperti wawancara langsung, dokumen naturalisasi, catatan sekolah, hingga surat sponsor keluarga di Tibet.

Bahkan setelah izin diberikan, banyak diaspora Tibet dilaporkan tetap menghadapi interogasi, pengawasan ketat, dan tekanan dari aparat keamanan setempat. Beberapa warga Tibet-Amerika juga mengaku dipaksa memasang aplikasi pengawasan China di perangkat pribadi mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved