Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang

Rabu, 29 April 2026 - 11:30 WIB
loading...
A A A
Efek pada harga tersebut juga terlihat di AS, dan indeks harga konsumen bulan lalu mencapai 3,3 persen secara tahunan, level tertinggi sejak Mei 2024, yang didorong oleh lonjakan harga energi.

Bernard Yaros, ekonom utama AS di Oxford Economics, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa efek limpahan dari harga energi yang lebih tinggi akan menambah inflasi inti selama tahun depan.

“Hal ini mencerminkan dampak kenaikan biaya energi terhadap komoditas dan jasa non-energi, yang cenderung mencapai puncaknya tiga bulan setelah guncangan energi awal,” kata Yaros dalam sebuah email. “Namun, risiko terhadap perkiraan ini cenderung ke arah positif, karena harga energi yang lebih tinggi akan berdampak pada ekspektasi inflasi jangka pendek yang lebih tinggi, yang memengaruhi perilaku penetapan upah.”

Di tingkat global, konsekuensi ekonomi dari konflik tersebut diperkirakan akan berlanjut setelah gencatan senjata.

Ben May, direktur Riset Makro Global di Oxford Economics, mengatakan dalam laporan tanggal 13 April bahwa perusahaan tersebut menurunkan perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dunia sebesar 0,4 poin persentase sejak awal Maret menjadi 2,4 persen “karena kami memperkirakan gangguan yang lebih berkepanjangan terhadap aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz… Tetapi bahkan jika gencatan senjata dipertahankan, akan membutuhkan waktu bagi produksi energi dan lalu lintas pengiriman untuk kembali ke tingkat normal.”

May mengatakan dia memperkirakan harga minyak Brent akan terus naik.

Harga minyak diperkirakan rata-rata sekitar USD113 per barel pada kuartal ini sebelum turun menjadi sedikit di bawah USD80 per barel pada akhir tahun ini.

Harga minyak yang lebih tinggi, bersamaan dengan kenaikan harga bensin, pupuk, dan komoditas pertanian, diperkirakan akan mendorong inflasi global, demikian peringatannya.

Bagi AS, meningkatnya ketidakpastian dan tekanan pada pendapatan riil rumah tangga terjadi di atas tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump, yang selama setahun terakhir telah mendorong kenaikan harga dan memperlambat perekrutan dan investasi. Oxford Economics telah menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB AS menjadi 1,9 persen dari 2,8 persen, dengan alasan "aktivitas yang lebih lemah dari yang diperkirakan" pada awal tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Rekomendasi
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Berita Terkini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved