Putra Miliarder India Ingin Tampung Kuda Nil Milik Pablo Escobar

Rabu, 29 April 2026 - 08:35 WIB
loading...
Putra Miliarder India...
Putra miliarder India ingin tampung kuda nil milik Pablo Escobar. Foto/X/@valuetainment
A A A
NEW DELHI - Putra seorang miliarder India telah menawarkan bantuan kepada Kolombia untuk mengatasi masalah yang telah mereka hadapi selama bertahun-tahun - kawanan kuda nil yang terkait dengan gembong narkoba terkenal Pablo Escobar.

Escobar, yang ditembak mati oleh polisi pada tahun 1993, secara ilegal mengimpor hewan-hewan eksotis, termasuk seekor kuda nil jantan dan seekor kuda nil betina - yang dijuluki "kuda nil kokain".

Populasi mereka bertambah dan Kolombia mencoba berbagai metode pengendalian - termasuk pengebirian - tetapi tidak berhasil. Mereka telah memutuskan untuk memusnahkan sekitar 80 ekor hewan tersebut.

Anant Ambani - putra dari orang terkaya di Asia, Mukesh Ambani - mengatakan bahwa ia "bersedia menerima dan merawat" hewan-hewan tersebut di kebun binatang pribadinya, Vantara, di negara bagian Gujarat, India. Kolombia belum berkomentar mengenai tawaran tersebut.



Dalam surat kepada menteri lingkungan Kolombia, CEO kebun binatang Ambani mengatakan bahwa mereka siap memberikan "perawatan seumur hidup" kepada kawanan tersebut di India.

Surat tersebut, yang dipublikasikan di akun Instagram kebun binatang, mengatakan "inti dari proposal ini adalah keyakinan Vantara bahwa setiap kehidupan itu penting dan bahwa kita memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi kehidupan di mana pun memungkinkan".

Escobar memelihara kuda nil tersebut di peternakannya, Hacienda Nápoles - sebuah perkebunan mewah yang terletak sekitar 250 km barat laut ibu kota Bogotá.

Setelah kematiannya, kedua kuda nil tersebut dibiarkan berkeliaran bebas dan berkembang biak di sepanjang lembah sungai utama Kolombia, Magdalena.

Upaya pengendalian pertumbuhan populasi kuda nil gagal, karena kurangnya predator dan wilayah Antioquia yang subur dan berawa menyediakan kondisi sempurna bagi hewan asli Afrika ini untuk berkembang biak.

Para pemerhati lingkungan Kolombia mengatakan bahwa kuda nil, yang diyakini sebagai populasi terbesar di luar Afrika, adalah spesies invasif dan telah mengusir fauna asli.

Masyarakat nelayan di sepanjang Sungai Magdalena telah diserang oleh kuda nil - salah satu hewan darat terbesar, dengan kuda nil jantan dewasa memiliki berat hingga tiga ton.

Kebun binatang Vantara adalah rumah bagi 2.000 spesies, termasuk gajah, harimau, dan hewan lainnya.

Tersebar di lahan seluas 3.500 hektar, kebun binatang ini terletak di Jamnagar, tidak jauh dari kilang minyak Mukesh Ambani - yang merupakan kilang minyak terbesar di dunia.

Tempat ini merupakan salah satu lokasi acara pra-pernikahan mewah Anant Ambani yang menjadi berita utama global pada tahun 2024.

Kebun binatang pribadi ini telah menuai kritik dari aktivis satwa liar dan konservasionis karena berbagai alasan, termasuk ketidaksesuaian iklim panas dan kering di wilayah tersebut untuk beberapa hewan.

Pablo Escobar adalah kepala kartel Medellín dan dijuluki "raja kokain" yang mengumpulkan kekayaan sekitar USD30 miliar (£25 miliar) dengan menyelundupkan narkoba ke Miami dan Amerika Serikat bagian selatan.

Kekuasaannya yang penuh teror berlangsung lebih dari satu dekade dan melibatkan penculikan, ratusan pembunuhan, penyuapan, pemboman, dan perang wilayah dengan raja narkoba saingan - serta masa singkat sebagai politisi terpilih.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Iran Serang Israel Lagi,...
Iran Serang Israel Lagi, Ledakan Guncang Yerusalem
Rekomendasi
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved