Ekonom AS Jeffrey Sachs: Perang Iran Adalah Proyek yang Telah Lama Direncanakan

Senin, 27 April 2026 - 13:06 WIB
loading...
Ekonom AS Jeffrey Sachs:...
Ekonom AS Jeffrey David Sachs sebut perang AS-Israel terhadap Iran merupakan proyek yang telah lama direncanakan. Foto/Doha Institute
A A A
WASHINGTON - Ekonom terkenal Amerika Serikat (AS) Jeffrey David Sachs mengatakan perang AS-Israel terhadap Iran bukanlah perkembangan yang tidak disengaja, melainkan hasil dari strategi geopolitik jangka panjang. Dia memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat memicu konsekuensi ekonomi global yang parah.

Dalam wawancara podcast dengan jurnalis Tucker Carlson, yang dikutip Tehran Times, Senin (27/4/2026), Sachs menggambarkan perang tersebut sebagai “perang pilihan" dengan alasan bahwa perang tersebut didorong oleh ambisi dominasi regional daripada kekhawatiran keamanan langsung. Menurutnya, konflik tersebut mencerminkan upaya selama beberapa dekade untuk membentuk kembali Timur Tengah.

Baca Juga: AS Minta Negosiasi Lagi, Iran Malah Merapat ke Rusia

Sachs menekankan bahwa, bertentangan dengan ekspektasi, perang tersebut tidak melemahkan Iran. Sebaliknya, kata dia, negara Islam itu telah menjadi lebih terkoordinasi di tingkat regional, memperoleh pengalaman militer, dan memperkuat hubungan dengan kekuatan global non-Barat.

Dalam membahas akar permusuhan terhadap Iran, Sachs menunjuk pada faktor-faktor historis, khususnya keterlibatan AS pada masa lalu Iran, termasuk kudeta Iran tahun 1953, yang dia gambarkan sebagai momen kunci yang membentuk ketidakpercayaan jangka panjang dan ketegangan geopolitik.

Dia juga menantang narasi yang berlaku—tentang program nuklir Iran, dengan berpendapat bahwa klaim tentang Teheran yang akan segera mengembangkan senjata nuklir telah dibesar-besarkan atau dimanfaatkan secara politis untuk membenarkan tekanan dan konfrontasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved