Iran Ajukan Formula 3 Tahap Jika AS Ingin Berunding Lagi: Akhir Perang, Hormuz, Nuklir
Senin, 27 April 2026 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Tahap 3: Hanya setelah kedua tahap di atas dilewati, Iran akan membahas masalah program nuklir. Ini adalah poin penting karena AS terus menuntut agar Teheran menghentikan pengayaan uranium untuk waktu yang lama dan memindahkan persediaan uranium yang diperkaya keluar dari negara tersebut.
Menanggapi usulan tersebut, juru bicara Gedung Putih Olivia Wales mengatakan kepada Axios: "Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan AS tidak akan bernegosiasi melalui pers. Seperti yang telah dikatakan presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, tidak pernah mengizinkan Iran untuk memiliki senjata nuklir."
Kerangka kerja yang diusulkan Iran muncul setelah putaran kedua perundingan Iran-AS di Pakistan gagal, dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi negara itu dua kali tetapi menolak untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Washington.
Presiden AS Donald Trump, sebagai tanggapan, mengatakan bahwa tidak ada lagi penerbangan 18 jam untuk utusannya dan menambahkan bahwa diskusi selalu dapat dilakukan melalui telepon.
Araghchi sebelumnya berada di Oman, yang terletak di sisi lain Selat Hormuz yang strategis, dan kemudian mengunjungi Islamabad lagi pada hari Minggu.
Dia kini telah berangkat ke Rusia, di mana dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas perkembangan terbaru mengenai negosiasi dan gencatan senjata di Timur Tengah.
Menanggapi usulan tersebut, juru bicara Gedung Putih Olivia Wales mengatakan kepada Axios: "Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan AS tidak akan bernegosiasi melalui pers. Seperti yang telah dikatakan presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, tidak pernah mengizinkan Iran untuk memiliki senjata nuklir."
Kerangka kerja yang diusulkan Iran muncul setelah putaran kedua perundingan Iran-AS di Pakistan gagal, dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi negara itu dua kali tetapi menolak untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Washington.
Presiden AS Donald Trump, sebagai tanggapan, mengatakan bahwa tidak ada lagi penerbangan 18 jam untuk utusannya dan menambahkan bahwa diskusi selalu dapat dilakukan melalui telepon.
Araghchi sebelumnya berada di Oman, yang terletak di sisi lain Selat Hormuz yang strategis, dan kemudian mengunjungi Islamabad lagi pada hari Minggu.
Dia kini telah berangkat ke Rusia, di mana dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas perkembangan terbaru mengenai negosiasi dan gencatan senjata di Timur Tengah.
Lihat Juga :