Trump Merespons Manifesto Tersangka Penembakan: Saya Bukan Pemerkosa, Saya Bukan Pedofil!
Senin, 27 April 2026 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
O'Donnell mencoba menyela, bertanya, "Oh, apakah Anda pikir dia merujuk kepada Anda?"
Tetapi Trump mengabaikan pertanyaannya, menyatakan, "Saya bukan pedofil."
Trump tampaknya menganggap penyebutan itu sebagai sindiran tentang hubungannya dengan Jeffrey Epstein, seorang pengusaha yang tercela, yang tidak disebutkan dalam manifesto tersebut, dan berkata, "Anda membaca omong kosong itu dari orang sakit jiwa? Saya dikaitkan dengan semua hal yang tidak ada hubungannya dengan saya. Saya benar-benar dibebaskan dari tuduhan."
"Teman-temanmu di seberang sana adalah orang-orang yang terlibat dengan, katakanlah, Epstein atau hal-hal lain. Tapi saya berkata pada diri saya sendiri, 'Anda tahu, saya akan melakukan wawancara ini dan mereka mungkin akan'—saya membaca manifesto itu. Anda tahu, dia orang yang sakit jiwa. Tapi Anda seharusnya malu pada diri Anda sendiri karena membaca itu, karena saya bukan salah satu dari hal-hal itu," geramnya.
Berbicara tentang tersangka penembakan, Trump berkata, "Saya membaca manifesto. Dia telah menjadi radikal. Dia seorang Kristen—seorang yang beriman—dan kemudian dia menjadi anti-Kristen...Dia mungkin orang yang cukup sakit jiwa."
Presiden Trump juga menyalahkan "ujaran kebencian" oleh para pemimpin Partao Demokrat atas kekerasan politik di Amerika, mengeklaim itu sangat berbahaya.
"Saya sudah pernah mengalami ini beberapa kali sebelumnya, dan Ibu Negara tidak perlu...," kata Trump, tanpa meneruskan ucapannya.
Tetapi Trump mengabaikan pertanyaannya, menyatakan, "Saya bukan pedofil."
Trump tampaknya menganggap penyebutan itu sebagai sindiran tentang hubungannya dengan Jeffrey Epstein, seorang pengusaha yang tercela, yang tidak disebutkan dalam manifesto tersebut, dan berkata, "Anda membaca omong kosong itu dari orang sakit jiwa? Saya dikaitkan dengan semua hal yang tidak ada hubungannya dengan saya. Saya benar-benar dibebaskan dari tuduhan."
"Teman-temanmu di seberang sana adalah orang-orang yang terlibat dengan, katakanlah, Epstein atau hal-hal lain. Tapi saya berkata pada diri saya sendiri, 'Anda tahu, saya akan melakukan wawancara ini dan mereka mungkin akan'—saya membaca manifesto itu. Anda tahu, dia orang yang sakit jiwa. Tapi Anda seharusnya malu pada diri Anda sendiri karena membaca itu, karena saya bukan salah satu dari hal-hal itu," geramnya.
"Orang yang Cukup Sakit Jiwa"
Berbicara tentang tersangka penembakan, Trump berkata, "Saya membaca manifesto. Dia telah menjadi radikal. Dia seorang Kristen—seorang yang beriman—dan kemudian dia menjadi anti-Kristen...Dia mungkin orang yang cukup sakit jiwa."
Presiden Trump juga menyalahkan "ujaran kebencian" oleh para pemimpin Partao Demokrat atas kekerasan politik di Amerika, mengeklaim itu sangat berbahaya.
"Saya sudah pernah mengalami ini beberapa kali sebelumnya, dan Ibu Negara tidak perlu...," kata Trump, tanpa meneruskan ucapannya.
Lihat Juga :