Allen Tulis Manifesto sebelum Tembaki Dinner Trump, Isinya Benci Pedofil di Pemerintahan AS

Senin, 27 April 2026 - 07:40 WIB
loading...
A A A
Dalam manifesto tersebut, Allen menjelaskan panjang lebar mengapa dia percaya tindakannya dibenarkan.

"Membalikkan pipi yang lain hanya untuk saat Anda sendiri tertindas. Saya bukan orang yang diperkosa di kamp penahanan. Saya bukan nelayan yang dieksekusi tanpa pengadilan. Saya bukan anak sekolah yang diledakkan, atau anak yang kelaparan, atau gadis remaja yang dilecehkan oleh banyak penjahat di pemerintahan ini. Membalikkan pipi yang lain ketika orang lain tertindas bukanlah perilaku Kristen; itu adalah keterlibatan dalam kejahatan penindas," bunyi manifesto Allen.

Dia juga menulis, "Saya tidak lagi bersedia membiarkan seorang pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat menutupi tangan saya dengan kejahatannya."

Ingin Meminimalkan Korban


Allen juga menjelaskan bagaimana dia berencana melakukan serangan tersebut, termasuk jenis amunisi yang dipilihnya dan alasannya.

"Untuk meminimalkan korban, saya juga akan menggunakan peluru timah (buckshot) daripada peluru tunggal (penetrasi lebih rendah melalui dinding). Saya tetap akan menyerang hampir semua orang di sini untuk mencapai target jika benar-benar diperlukan (dengan alasan bahwa sebagian besar orang memilih untuk menghadiri pidato seorang pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat, dan dengan demikian terlibat), tetapi saya sangat berharap hal itu tidak sampai terjadi," tulisnya.

Tentang Siapa yang Ditargetkannya


Manifesto tersebut menyebutkan target yang dituju sebagai pejabat administrasi, yang diurutkan berdasarkan senioritas. Yang perlu diperhatikan, Allen secara khusus mengecualikan Direktur FBI Kash Patel dari daftar tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved