Siapa John Phelan? Sekretaris AL AS yang Dipecat karena Tak Mampu Wujudkan Kapal Perang Terbesar dan Paling Mematikan

Senin, 27 April 2026 - 01:14 WIB
loading...
A A A
Pemecatan Phelan dipercepat oleh "musuh-musuhnya di Pentagon," termasuk Menteri Perang Pete Hegseth dan wakilnya Stephen Feinberg, menurut Times. Hegseth merasa miliarder itu telah terlalu banyak melewati rantai komando dengan mengeksploitasi hubungan pribadinya dengan Trump, tulis Axios pada hari Rabu.

Industri pembuatan kapal AS telah menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir.

Program kapal perusak kelas Zumwalt, yang awalnya dimaksudkan untuk menghasilkan puluhan kapal siluman canggih, dipangkas menjadi hanya tiga kapal setelah biaya meningkat tajam dan masalah teknis muncul. Seluruh program tersebut menelan biaya sekitar USD24,5 miliar bagi pembayar pajak AS, menurut tinjauan GAO tahun 2018.


2. Tidak Memiliki Pengalaman Militer

Sebagai pejabat sipil tertinggi Angkatan Laut AS, Phelan memiliki berbagai tanggung jawab, termasuk mengawasi perekrutan, mobilisasi dan pengorganisasian, serta pembangunan dan perbaikan kapal dan peralatan militer.

Ia diangkat pada tahun 2024 sebagai sekutu politik Trump, meskipun tidak memiliki pengalaman kepemimpinan militer atau pertahanan sebelumnya.

Sebelum memasuki pemerintahan, Phelan adalah seorang pengusaha dan eksekutif investasi, serta donor dan penggalang dana utama Partai Republik — latar belakang yang cukup umum di antara para pejabat dan penasihat Trump. Misalnya, dua negosiator diplomatik utama presiden AS adalah Steve Witkoff — seorang pengusaha real estat tanpa pengalaman diplomatik sebelumnya — dan menantu Trump, Jared Kushner.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved