Siapa John Phelan? Sekretaris AL AS yang Dipecat karena Tak Mampu Wujudkan Kapal Perang Terbesar dan Paling Mematikan

Senin, 27 April 2026 - 01:14 WIB
loading...
Siapa John Phelan? Sekretaris...
John Phelan dipecat karena tak mampu mewujudkan kapal perang terbesar dan paling mematikan. Foto/X/@OCOCReport
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump memecat sekretaris angkatan lautnya setelah ia gagal menyampaikan rencana untuk membangun kelas kapal perang baru dalam "jangka waktu yang hampir mustahil," lapor New York Times pada hari Kamis, mengutip pejabat senior pertahanan dan administrasi.

Siapa John Phelan? Sekretaris AL AS yang Dipecat karena Tak Mampu Wujudkan Kapal Perang Terbesar dan Paling Mematikan

1. Gagal Mewujudkan Kapal Perang Terbesar dan Paling Mematikan

Pada bulan Desember, presiden AS mengumumkan rencana untuk kapal perang baru yang futuristik yang akan dipersenjatai dengan berbagai senjata canggih seperti sistem tempur laser, railgun, dan rudal hipersonik. Kapal itu akan disebut kelas Trump dan akan menjadi andalan "Armada Emas" baru, katanya.

Kemudian Menteri Angkatan Laut John Phelan, yang juga berbicara pada pengumuman tersebut, menjanjikan "kapal perang terbesar, paling mematikan, paling serbaguna, dan paling tampan di mana pun."

Menurut Times, investor miliarder yang beralih menjadi administrator angkatan laut itu akan mengirimkan kapal perang pertama, yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar USD17 miliar, pada tahun 2028.

Pada hari Rabu, Trump memecat Phelan setelah ia "kesulitan untuk membuat rencana untuk mengirimkan kapal-kapal tersebut dalam jangka waktu yang hampir mustahil yang telah diminta oleh Tuan Trump," tulis surat kabar tersebut.

Para pejabat militer senior mengatakan bahwa industri pembuatan kapal AS "sama sekali tidak memiliki kapasitas untuk membangun kapal perang berteknologi canggih seperti yang dibayangkan Trump dalam beberapa tahun ke depan," tulis Times.

Ketika Phelan menyadari hal ini, ia menemui Trump dan menyarankan agar Washington mendekati galangan kapal Eropa untuk meminta bantuan dalam memenuhi tenggat waktu presiden, tulis Times. Presiden dilaporkan menolak hal ini, karena sebelumnya bersikeras agar kapal tersebut dibangun di AS dengan baja Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved