Ancam Investor Asing di Timur Tengah, Iran: Keluar Selagi Masih Bisa
Sabtu, 25 April 2026 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan itu mengingatkan Washington bahwa sebagian militer AS telah mengalami kekuatan dan kemampuan ofensif Iran selama agresi AS-Israel terbaru terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari.
Pernyataan itu selanjutnya menyatakan tekad negara tersebut untuk memantau pergerakan musuh di kawasan itu sambil mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz yang strategis.
“Kami siap dan bertekad untuk menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi pada agresor Zionis-Amerika jika terjadi pelanggaran baru,” tambah pernyataan itu.
Ketegangan meningkat terkait apa yang disebut blokade angkatan laut yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan dan kapal Iran, serta upaya Amerika untuk melakukan operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz.
Para pejabat Iran mengatakan blokade tersebut melanggar hukum dan merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata dua tahap yang mulai berlaku pada 8 April dan kembali diperpanjang secara sepihak oleh Presiden AS Donald Trump beberapa jam sebelum masa berlakunya berakhir pada 22 April.
Iran mengatakan tidak akan menerima diktat atau syarat yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan tidak akan bernegosiasi di bawah bayang-bayang ancaman.
Presiden Masound Pezeshkian mengatakan pekan ini bahwa blokade ilegal dan pelanggaran komitmen oleh AS adalah hambatan utama dalam menghidupkan kembali pembicaraan dengan Washington yang bertujuan untuk mengakhiri perang.
(ahm)
Lihat Juga :