Wanita Iran Bergaya Hidup Mewah yang Ditangkap di AS Ternyata Bukan Kerabat Jenderal Soleimani

Jum'at, 24 April 2026 - 13:04 WIB
loading...
Wanita Iran Bergaya...
Dua wanita Iran, Hamideh Soleimani Afshar dan Sarinasadat Hosseiny, ditangkap imigrasi AS dan dikira sebagai kerabat jenderal Iran Qassem Soleimani. Faktanya, keduanya bukan kerabat sang jenderal. Foto/The Telegraph
A A A
WASHINGTON - Dua wanita Iran ini ramai dilaporkan media Barat sebagai kerabat komandan militer Iran yang terbunuh, Jenderal Qassem Soleimani, setelah ditangkap pihak imigrasi di Amerika Serikat (AS). Namun, fakta baru mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki hubungan keluarga dengan sang jenderal.

Hamideh Soleimani Afshar (47)—yang viral karena bergaya hidup mewah—dan putrinya; Sarinasadat Hosseiny (25), ditangkap pada awal April setelah izin tinggal mereka dicabut.

Baca Juga: Iran Tiba-tiba Aktifkan Sistem Rudal, Klaim Diserang Musuh

Penangkapan mereka bermula dari aksi aktivis sayap kanan Amerika, Laura Loomer, yang mengklaim bahwa mereka memiliki hubungan keluarga dengan almarhum Jenderal Soleimani—sosok yang pernah memimpin Pasukan Quds. Loomer mengatakan bahwa dia melaporkan para wanita tersebut ke Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). "Karena mem-posting konten yang bersimpati kepada rezim Iran dan Ayatollah," katanya.

Namun, menurut catatan kelahiran Iran, dokumen identitas, surat wasiat keluarga, dan dokumen pribadi lainnya yang dilihat oleh situs web Drop Site News yang berbasis di AS, mereka tidak memiliki hubungan keluarga dengan Soleimani, bahkan secara jauh sekalipun.

Menurut media tersebut, Soleimani Afshar terlibat dalam protes anti-Republik Islam pada tahun 1990-an dan 2000-an dan menghabiskan waktu seminggu di penjara karena aktivitasnya sebelum pindah ke AS.

Soleimani, yang memimpin faksi Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS saat berada di ibu kota Irak, Baghdad, pada Januari 2020.

Konvoi yang menjadi sasarannya juga membawa sejumlah pemimpin senior Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF). Wakil kepala PMF, Abu Mahdi al-Muhandis, juga tewas dalam serangan itu.

Fakta baru ini mendukung komentar yang dibuat oleh putri Soleimani, Zeinab, pada awal April, di mana dia membantah memiliki hubungan apa pun dengan kedua wanita yang ditangkap AS tersebut.

Pada saat penangkapan Soleimani Afshar, Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan bahwa dia secara terbuka memuji Republik Islam.

"Seperti yang diidentifikasi oleh pemberitaan pers dan komentar media sosialnya sendiri, Soleimani Afshar adalah pendukung vokal rezim totaliter dan teroris di Iran," kata departemen tersebut.

Departemen itu juga mengeklaim bahwa dia telah "memuji Pemimpin Tertinggi Iran yang baru" Mojtaba Khamenei dan "mengecam Amerika sebagai 'Setan Besar'".

Namun, menurut Drop Site News, meskipun dia menentang pemimpin monarki Reza Pahlavi dan menentang perang Donald Trump terhadap Iran, Soleimani Afshar dan putrinya adalah pembangkang dan harus melarikan diri dari Iran demi keselamatan mereka.

“Kami datang ke Amerika untuk mencari ketenangan dan merasa aman serta terlindungi dari rezim itu,” kata Soleimani Afshar kepada media tersebut, berbicara dari pusat penahanan.

“Dan sekarang kami diperlakukan hampir sama—bahkan lebih buruk daripada di sana. Kami sudah berada di sini selama tiga minggu. Saya tidak tahu harus pergi ke mana dari sini.”

Putrinya, Sarinasadat Hosseiny, mengatakan kepada Drop Site News bahwa ibunya—yang menderita anemia hemolitik autoimun—tidak menerima perawatan dan seringkali pingsan dan sadar kembali, dengan kadar hemoglobin yang sangat rendah.

Dia mengatakan ibunya baru-baru ini pingsan di pusat penahanan dan tergeletak tak sadarkan diri di lantai selama lebih dari 10 menit.

“Dia adalah orang yang bersemangat, dan dia berpikir bahwa dia akan datang ke sini dan dapat berbicara bebas setelah diancam dan dipenjara di Iran karena berbicara tentang politik, dan sekarang aia kembali dipenjara karena berbicara tentang politik,” kata Sarinasadat, yang dilansir Middle Easy Eye, Jumat (24/4/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Kisah Anjing Pemilik...
Kisah Anjing Pemilik 1,5 Juta Follower Medsos Dikira Hewan Liar, Dibunuh Jadi Santapan Restoran
Rekomendasi
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved